Banner sumsel

Di Penjara, Idrus Marham Tulis Buku ‘Membangun Ghirah Kajian Keislaman’

JAKARTA, koranindonesia.id-Mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham tersangka suap PLTU Riau1 yang telah ditahan Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) selama 3 bulan mengaku telah menulis buku berjudul ‘Membangun Ghirah Kajian Keislaman’  yang ditulisnya didalam Rutan Guntur.

Menurut Idrus buku yang ditulisnya tujuannya tak lain untuk memotivasi dirinya dalam  menghadapi masalah dan kunci-kunci yang harus menjadi guidance untuk menghadapi masalah. Buku ini rencananya akan dicetak 3.000 eksemplar pekan depan.

“Buku yang tulis ini banyak manfaatnya, untuk menghadapi masalah. Banyak lah yang saya ciptakan didalam buku ini,” terangnya di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (16/11/2018).

Saat wartawan menanyai masalah kasusnya sebagai tersangka menerima suap proyek PLTU Riau1, Idrus tidak banyak bicara dirinya hanya diam sambil berjalan keruang pemeriksaan KPK untuk menjalani pemeriksaan kembali oleh penyidik KPK.

Dalam perkara yang berawal dari OTT ini, KPK mulanya menetapkan Eni selaku Wakil Ketua Komisi VII DPR dan pengusaha Johannes B Kotjo sebagai tersangka. Eni diduga menerima suap dari Kotjo sekitar Rp 4,8 miliar.

Uang itu diduga agar perusahaan Kotjo dipilih untuk menangani proyek PLTU Riau-1. Kotjo sendiri merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd, yang merupakan salah satu konsorsium proyek PLTU Riau-1.

Saat proses pengembangan penyidikan perkara, KPK menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka. Dia diduga menerima janji yang sama dengan Eni, yakni USD 1,5 juta dari Kotjo bila proyek PLTU Riau-1 jadi dikerjakan perusahaan Kotjo. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.