Dewan Minta Kepala SMAN 3 Lahat Dirolling

LAHAT,koranIndonesia.id-– Terkait adanya dua siswa SMAN 3 Lahat yang langsung sikeluarkan dari sekolah, setelah aksi bullying keduanya terhadap siswa lain tersebar di media sosial. Komisi IV DPRD Lahat menyoroti, hal tersebut seharusnya jadi tanggung jawab pihak sekolah dan Kepala Sekolah (Kepsek). Memberhentikan siswa dari sekolah, dinilai tidak layak dilakukan oleh sosok pendidik.

 

“Itu bukan hanya salah siswa, guru dan Kepsek juga harus bertanggung jawab. Sudah jadi tugas pihak sekolah untuk mengawasi, mendidik disiplin dan mental anak,” ujar Nopran Marjani, anggota Komisi IV DPRD Lahat, membidangi sektor pendidikan, Jumat (1/11).

 

Mantan Wakil DPRD Sumsel ini juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat dengar pendapat (RDP red), bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Lahat, Suhirdin. Membahas persoalan yang mencoreng dunia pendidikan di Lahat tersebut. Hasilnya Kadisdikbud Lahat akan memberikan rekomendasi ke Komisi IV DPRD Lahat, untuk merolling Kepala SMAN 3 Lahat.

 

“Kita akan menjadwalkan pertemuan antara Kadisdikbud Lahat, Komisi IV DPRD Lahat, dengan Komisi V dan Kadisdik Provinsi Sumsel,” kata Nopran.

 

Sebelumnya, Kamis (24/10) lalu, warga Lahat digegerkan adanya vidio aksi bullying yang dilakukan MK (17) dan AR (16), terhadap AT (17). Pihak SMAN 3 Lahat rupanya tidak ingin ambil pusing, langsung memberhentikan dua pelajar tersebut. Tanpa mempertimbangkan untuk berupaya merubah prilaku dua pelajar itu.

 

“Kepseknya itu yang harus dievaluasi. Sudah terlalu banyak gejolak disana, seperti siswa lakukan demo minta ganti Kepsek, prestasi menurun. Jadi sudah layak dilakukan penyegaran, agar bisa mengangkat nama pendidikan khusunya di SMAN 3 Lahat,” tegas politisi Partai Gerindra ini. (Sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.