Desa Tegal Mulyo Bertarung di Lomba PHBS Nasional

SEKAYU, koranindonesia.id – Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin berhasil mewakili Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menjadi salah satu dari enam peserta lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat nasional. Tim verifikasi pusat mengunjungi desa kecil yang berjarak sekitar 53,3 kilometer dari pusat kota Kabupaten Muba.

Hal itu disampaikan tim verifikasi lapangan lomba PHBS tingkat Nasional yang juga Ketua Pokja IV TP PKK Pusat Rahmawati Amanulah, di Kecamatan Keluang, Selasa (24/4/2018).

Rahmawati menjelaskan, ada enam kandidat yang akan diverifikasi. Yaitu Desa Tegal Mulyo mewakili Provinsi Sumsel, bersama lima desa kandidat lainnya yang masing-masing mewakili Provinsi Lampung, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali dan Riau.

Terpilihnya Desa Tegal Mulyo tidak terlepas dari kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Muba, terutama dalam pemberdayaan masyarakat untuk PHBS. Pihaknya mengapresiasi inovasi seluruh kader PKK dalam menyampaikan pesan PHBS dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat.

Disebutkannya, verifikasi lapangan hari ini merupakan lanjutan dari verifikasi administrasi tentang pemberdayaan keluarga dalam menerapkan PHBS. Salah satu yang menjadi unggulan Muba masuk kandidat adalah kesiapan secara berjenjang tampak dalam laporan, kelengkapan media penyuluhan.

“Desa Tegal Mulyo telah memenuhi persyaratan. Kehadiran tim verifikasi untuk melihat secara langsung kebenaran dari laporan secara tertulis dengan di lapangan, agar kami dapat secara obyektif menentukan pemenang,” ungkapnya.

Plt Bupati Muba Beni Hernedi menyatakan, kunjungan tim verifikasi merupakan kehormatan bagi masyarakat Kabupaten Muba. Terutama warga Desa Tegal Mulyo yang mewakili Provinsi Sumatra Selatan sebagai kandidat desa terbaik pelaksana PHBS tingkat nasional 2018.

“Semoga kegiatan ini menjadi pendorong semangat bagi Desa Tegal Mulyo dan 240 desa/kelurahan di Kabupaten Muba untuk mendukung kegiatan PHBS dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Lomba PHBS itu sebagai tolok ukur kebersamaan warga dalam membangun keluarga dan lingkungan. Juga untuk menumbuhkembangkan sikap peduli dan peran aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (ded)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.