Bhintan Shalawat

Deru Usulkan Adat Budaya Sumsel Masuk Dalam Mapel Mulok

PRABUMULIH, koranindonesia.id – Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru minta adat budaya serta bahasa daerah  terus  dipertahankan di tengah derasnya gempuran budaya barat yang meracuni para generasi muda di Indonesia dewasa ini. Karena itu kalangan generasi muda diajak untuk terus menggali dan melestarikan budaya dan kearifan lokal.

Hal tersebut diungkapkan Herman Deru dalam acara silaturahmi dengan para guru dan siswa SMA/SMK se-Kota Prabumulih yang juga digelar dalam rangka Lomba Menulis Surat untuk Gubernur Sumsel tingkat pelajar, Kamis (7/2/2019). “Para generasi muda memiliki tanggung jawab dalam memelihara warisan para leluhur. Kita sebagai bangsa yang besar dengan adat ketimuran. Harus tetap dihidupkan dan dipertahankan,” kata Herman Deru.

Dalam kegiatan lomba menulis surat untuk Gubernur Sumsel tingkat pelajar se Kota Prabumulih dihadiri Duta Literasi Sumsel, Hj Percha Leanpuri. Gubernur H Herman Deru meminta para kepala sekolah dan kalangan Dinas Pendidikan dan praktisi pendidikan dapat membuat kurikulum khusus mata pelajaran (mapel) muatan lokal (mulok) yang memuat adat, budaya, dan bahasa daerah setempat. “Kita diajak menjaga warisan leluhur, karena jika dilihat, Kota Prabumulih ini telah banyak kaum pendatang. Kita takutkan nantinya generasi mendatang, tidak tahu menahu tentang asal usul kelahirannya,” tambah Gubernur.

(FOTO/HUMAS PEMPROV)

Herman Deru khawatir, jika tidak ada pembelajaran khusus di sekolah. Generasi mendatang akan terhanyut dengan masuknya budaya asing. karena itu dia meminta anak-anak masa kini dapat mempertahankan jati dirinya sebagai orang yang memiliki adat dan budaya. Selanjutnya Gubernur menginginkan para pelajar  SMA/SMK di Kota Prabumulih dapat melanjutkan pendidikannya di jenjang lebih tinggi, dan salah satunya dengan memanfaatkan keberadaan Politeknis Energi dan Mineral (PEM) Akamigas yang rencananya akan dibangun dalam waktu dekat. “Siswa siswi SMA/SMK  di Prabumulih baik negeri maupun swasta. Jika perlu SPP-nya di diskon. Bayarnya tak sampai 70%,” imbuhnya.

Gubernur menambahkan, dirinya hadir bersama dengan Duta Literasi Sumsel ke kota Prabumulih. Ingin melihat dan mendapatkan informasi langsung  tentang kondisi  pelajar di Kota Prabumulih.

Sementara itu, Wali Kota Prabumulih, H Ridho Yahya mengatakan, berkat dukungan Gubernur Sumsel, apa yang dikeluhkan oleh masyarakatnya sudah bisa teratasi, terlebih lagi terkait dengan Prabumulih adalah daerah penghasil minyak dan gas (migas), namun tenaga pekerjanya didominasi oleh orang Jawa yang kuliahnya di terletak di Kota Cepu, Blora, Jawa tengah.

Kedepan dia  berharap, generasi muda  Prabumulih dapat mempunyai tenaga kerja lokal yang mumpuni. “Berdirinya PEM Akamigas menggunakan putra putri dari Prabumulih, apa yang akan dilakukan semata-mata untuk generasi milineal agar bisa eksis, khususnya di daerah penghasil minyak dan gas,” harapnya.

(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.