Bhintan Shalawat

Depresi, Seorang Pemuda Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta Api

SRAGEN, koranindonesia.id – Nasib tragis dialami oleh Haryanto (22) warga Kedung Tombro, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali. Dia nekat menabrakkan diri ke kereta api yang sedang melintas di Kawasan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Rabu (27/2/2019) siang.

Peristiwa bermula saat Haryanto dengan menggunakan sepeda motor Mio AD 3634 JD tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Korban lalu memarkir kendaraan tak jauh dari lokasi kejadian. Selama beberapa menit, korban sempat mondar-mandir di kawasan itu. Bahkan, dia juga sempat meminta minum kepada seorang pelajar SMK yang kebetulan lewat di lokasi.

Tak berselang lama, KA PLB KP/2721e pengangkut semen jurusan Stasiun Purwosari Solo-Stasiun Arjawinangun melintas. Tiba-tiba, Hariyanto berlari mendekati rel. Dia lalu menabrakkan badannya dengan bagian depan KA. Tubuhnya pun langsung tertabrak KA hingga terpotong menjadi beberapa bagian.

Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi korban nekat menabrakkan diri ke kerata api yang melintas.“Sejumlah saksi sempat kaget saat peristiwa tersebut lantaran korban nekat menabrakkan diri saat kereta melintas,” terang Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadiaan, pihaknya menemukan tas milik korban. Di dalam tas itu terdapat sebuah kitab suci dengan sebuah kertas dengan tulisan nama beserta nomor ponsel. “Dugaan kami, diduga tiga orang yang tertera di kertas itu lengkap dengan nomor ponselnya adalah orang terdekat korban,” katanya.

Terkait peristiwa tersebut, pihaknya juga telah memintai keterangan dari orang tua korban. Dari keterangan itulah, diketahui korban mengalami depresi.
(ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.