Pemprov Ramadhan
Banner april lebaran

Dengan Alasan Ini, DKI Jakarta Tolak Permohonan Pembukaan Karaoke

JAKARTA, koranindonesia.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) menolak permohonan pembukaan tempat-tempat karaoke di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang  sedang berlaku di Jakarta sekarang ini.

Kepala Bidang Industri Disparekraf DKI Jakarta, Bambang Ismadi, mengatakan, pihaknya menolak permohonan itu lantaran proposal yang diajukan tidak sesuai keinginan Gubernur Anies Baswedan yang tertuang di dalam surat edaran tentang persiapan pembukaan tempat karaoke yang dikeluarkan belum lama ini. Total sudah ada 58 tempat karaoke yang menyodorkan permohonan ini.

“58 usaha atau outlet karaoke sudah mengajukan permohonan,” kata Bambang ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa  (23/3/2021).

Dari total  tempat karaoke yang mengajukan permohonan ini,  Bambang memastikan 26 diantaranya sudah ditolak, sememntara  22 propasal lainnya sedang  dalam proses review. Sejauh ini belum ada tempat karaoke yang lolos dari persyaratan yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Belum ada (yang disetujui). Enggak ada yang salah, cuma kurang lengkap dari pengetatan protokolnya,” ujarnya.

Lantaran ditolak, pengelola karaoke yang mengajukan pembukaan tempat hiburan ini harus merevisi proposalnya, protokol kesehatan yang digodok dalam permohonan itu harus  kembali diubah sesuai ketentuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Jadi sekarang tempat karaoke harus sudah siap dulu secara prokes yang ketat, kalau memang dipandang sudah siap nanti kami laporkan ke pimpinan,” tuturnya.

Tempat Karaoke di DKI Jakarta sudah setahun ditutup  Pemerintah sejak Covid-19 pertama kali masuk Ibu Kota pada Maret 2021 lalu.

Berbeda dengan tempat usaha lain yang sudah mulai dibuka bertahap sejak PSBB tahun lalu, tempat karaoke sama sekali belum dibuka, alasannya karena ruangnya tertutup sehingga lebih rawan terjadi penularan corona.

Setelah setahun ditutup, Pemerintah Provinsi DKI mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 64/SE/2021 tentang Persiapan Pembukaan Kembali Usaha Karaoke di Provinsi DKI Jakarta  pada 8 Maret lalu.

Semua pengelola diminta melakukan persiapan pembukaan tempat usaha itu dengan mengajukan proposal permohonan yang didalamnya dijelaskan mekanisme penerapan protokol kesehatan.

(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.