Banner sumsel

Demokrat: Tiga Pasang Capres Lebih Demokratis

JAKARTA, koranindonesia.id- Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat, Agus Hermanto, masih berkoordinasi dengan partai lainnya soal sikap PAN yang menginginkan adanya poros baru dalam Pilpres 2019. Tapi menurutnya, ada nuansa lebih demokrasi kalau ada tiga pasang calon.

“Semua tentunya masih berkordinasi seluruhnya, karena memang seluruh capres maupun cawapres, baik yang sudah jelas pun seperti Pak Jokowi dan Pak Prabowo juga masih berkoordinasi terus. Sehingga kemungkinan-kemungkinan itu tentunya nanti kan kelihatan setelah selesai berkoordinasi,” kata Agus di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Ia menilai waktu untuk berkoalisi juga terbilang masih lama. Sehingga pembicaraan-pembicaraan ini berjalan terus. Dari internal Demokrat sendiri, ia masih terus menjagokan putra sulung Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

“Kita mengetahui kenyataan politik yang ada kan Partai Demokrat hanya memperoleh 10 persen, sehingga tak bisa mencalonkan diri langsung untuk pilpres. Walaupun semua parpol tak bisa mencalonkan diri kecuali Partai Demokrat pada 2009 lalu yang memperoleh 20,9 persen, kalau saat ini kan enggak ada yang mencapai 20 persen. Untuk pilpres harus ada koalisi yang permanen untuk mencapai 20 persen tersebut,” kata Agus, seperti dilansir vivanews.com.

Menurutnya, koalisi permanen pun masih bisa berubah. Sehingga untuk bisa membuat poros baru harus terus bekerja keras untuk melakukan koordinasi.

“Tentunya masyarakat banyak pilihan dan juga nuansa demokratis lebih menjadi demokratis kalau calonnya barang kali bisa tiga pasang dan lain sebagainya. Dan tentunya memenuhi harapan-harapan kawula muda yang tersebar di seluruh Indonesia yang mengharapkan AHY menjadi next leader,” kata Agus.

Ia pun saat ini terus berkoordinasi dengan PKB dan PAN. “Pasti akan tetap berkoordinasi dengan partai yang ada untuk mencapai bilangan 20 persen tersebut,” kata Agus. (*)

Editor: elan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.