Banner sumsel

Demokrat Dukung Rekomendasi Multaqo Ulama

JAKARTA, koranindonesia.id – Kepala Divisi (Kadiv) Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mendukung rekomendasi yang dikeluarkan sejumlah ulama dalam Multaqo Ulama, Habaib, dan Cendekiawan Muslim untuk Kemaslahatan Umat, yang rencananya akan digelar di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019).

Untuk diketahui, Multaqo Ulama sendiri diinisiasi tokoh-tokoh besar seperti KH Maemun Zubair, Maulana Habib Lutfi bin Yahya, dan Abuya Muhtadi. Ferdinand berpendapat, imbauan dari para ulama melalui Multaqo adalah sangat tepat. “Terkait seruan multaqo, silaturahmi selama Ramadan adalah seruan yang baik, dan memang kita insan anak bangsa yang dari dulu diajarkan untuk menjadikan silaturahmi sebagai bagian dari kehidupan,” kata Ferdinand di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Ditambahkannya, Partai Demokrat tentu selalu mendukung untuk sesuatu yang baik, demi persatuan dan kesatuan bangsa. “Secara pribadi sebagai politisi dan kader Partai Demokrat saya sepakat dan setuju dengan Multaqo Ulama, yang menempatkan dan menyatakan bahwa Pancasila adalah dasar negara dan mengajak untuk silaturahmi,” paparnya.

Menurut Ferdinand, Pancasila memang mutlak hukumnya menjadi satu-satunya ideologi bagi bangsa ini, dan tidak boleh diganti, tidak boleh ditukar karena itu adalah, warisan dari berdirinya Republik Indonesia. “Warisan sejarah bangsa yang merekatkan bangsa ini atas keragamannya. Jadi kalau itu diganti, tentu Indonesia akan bermasalah, berantakan, bercerai berai, dan bubar, maka Pancasila harus dipertahankan menjadi satu-satunya ideologi bangsa,” papar Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu.

Multaqo ulama merekomendasikan delapan poin. Diantaranya, menegaskan kembali kesepakatan pendiri bangsa dan alim ulama terkemuka, bahwa bentuk bangunan yang sejalan dengan Islam di Indonesia adalah NKRI sebagai bentuk negara yang sesuai dengan Islam yang rahmatan lil alamin di Indonesia, dan pancasila adalah dasar negara dan falsafah bangsa.

Selain itu, mengimbau umat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan, dan situasi kondusif, mengedepankan persamaan sebagai umat manusia yang saling bersaudara satu sama lain.

Kemudian, ulama mengajak seluruh umat Islam untuk menghindari dan menangkal aksi provokasi, dan kekerasan dari pihak yang tidak bertanggungjawab selama, dan setelah bulan suci Ramadan, selain mengganggu, dapat juga menghilangkan pahala puasa di bulan Ramadan. Multaqo juga mengajak umat Islam untuk senantiasa menaati tata peraturan dan perundangan yang berlaku di seluruh wilayah NKRI sebagai pengejawantahan yang konstruktif dan penuh rasa hormat kepada pemerintah yang sah.

(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.