Demo di KPU, Ratusan Warga Saling Serang Dengan Polisi

BANYUASIN,koransumatera.com- Aksi massa yang datang dari berbagai kecamatan dalam Kabupaten Banyuasin semula berjalan kondusif.  Namun  aksi yang mendapat pengawalan ketat dari Sat Sabara Polres Banyuasin itu, setibanya di gerbang KM 42 Kayuara Kuning Kecamatan Bamyuasin III Kabupaten Banyuasin, Jalan Lintas Timur Palembang-Betung, berubah menjadi anarkis.

Bentrok  antara aparat kepolisian dengan massa tak terhindarkan,  ratusan massa melempari petugas dengan air minum  dan benda tumpul. Tindakan massa pun semakin tak terkendali, mereka membakar sejumlah ban bekas di jalanan.

Akibat pihak kepolisian dan personil gabungan harus melakukan tindakan tegas kepada para pendemo dan mengamankan sejumlah orang dianggap sebagai provolator rusuh. Aksi brutal itu sempat membuat personel gabungan Polres Banyuasin keteteran, sehingga memaksa mereka membuat barisan berlapis-lapis, dan di back up satu Kompi Sat Brimob Polda Sumsel. Hingga akhir massa dapat dipukul mundur.

Aksi anarkis ratusan massa  di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuasin itu hanya merupakan salah satu skenario dalam simulasi pengaman Pilkada serentak 27 Juni mendatang digelar di Gerbang Pemkab Kabupaten Banyuasin, Jalan Lintas Timur Palembang-Betung, KM 42, Kamis (8/2/2018).

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem melalui Kompol Haris Batara Kabag Ops Polres Banyuasin simulasi yang digelar itu merupakan rangkaian kegiatan Lat Pra Ops Mantap Praja Musi 2018, sekaligus menunjukan kepada masyarakat bagaimana cara pengamanan Pilkada saat terjadi anarkis.

Simulasi yang dilakukan itu katanya, sesuai dengan SOP Polri, bagaimana cara bertindak Polri dalam melakukan pengamanan. Dengan dilakukan simulasi yang seobyektif mungkin agar terlihat sesuai dengan kondisi lapangan yang akan dihadapi oleh anggota Polri dan stake  holder lainnya.

Beberapa titik yang dinilai rawan dan vital, juga nantinya  mendapat pengamanan lebih ketat pada pelaksanaan pilkada serentak diantaranya kantor KPU, kantor Pengawas Pemilu (Panwaslu), DPRD, SPBU dan pusat pertokoan.

” Kita akan siagakan personil gabungan dalam pengamanannya nanti, 551 personil Polri, 200 personil TNI dan satu Kompi Brimob Polda Sumsel,” jelasnya.

Hadir pada kesempatan itu unsur TNI, Brimob Polda Sumsel serta Kapolsek dan jajarannya termasuk dari Sat Pol PP, Dishub serta intansi terkait lainnya.

Reporter: waluyo

Editor: elan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.