Banner sumsel

Delapan SPBU di Palu Sudah Bisa Beroperasi 24 Jam

JAKARTA, koranindonesia.id – Masyarakat Palu tak perlu khawatir lagi untuk mendapatkan akses Bahan Bakar Minyak (BBM) pascadiguncang bencana gempa bumi dengan magnitudo 7,4 Skala Richter (SR).

Sebab, pihak Kementerian ESDM mengklaim, sebanyak delapan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah Kota Palu sudah bisa beroperasi melayani kebutuhan BBM masyarakat selama 24 jam non stop.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menyatakan, sebanyak 15 dari 17 SPBU telah beroperasi seperti biasanya.

“Sebagian besar SPBU di Palu sudah beroperasi secara normal. Bahkan ada delapan SPBU yang siap melayani selama 24 jam penuh,” kata Agung dilansir esdm.go.id, Senin (8/10/2018).

Sementara itu, Pemerintah juga telah mengerahkan bantuan penyangga untuk memastikan kelancaran pelayanan dan pasokan BBM melalui PT Pertamina. Bantuan tersebut berupa 24 mobil tangki, 154 operator SPBU, 1 pesawat air tractor, 41 dispenser protable, 12 kapal tanker, mobil tangki 8 kilo liter (kl).

“Bantuan penyangga ini difungsikan untuk mempercepat distribusi kepada konsumen akhir para korban gempa,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan per Senin (8/10) dini hari, berikut delapan SPBU yang sudah beroperasi normal selama 24 jam di Palu, antara lain, SPBU 74.94108 Jl. Soekarno Hatta, SPBU 74.94103 Jl. RA Kartini, SPBU 74.94107 Jl. Talise, SPBU 74.94127 Jl. Ki Hajar Dewantara,  SPBU 74.94205 Jl. Diponegoro, SPBU 74.94207 Jl. Dewi Sartika, SPBU 74.94208 Jl. Maluku dan SPBU 74.94313 Jl. Raya Tawaeli

Lebih lanjut, Agung menyebutkan, untuk Kabupaten Donggala, sudah ada tiga SPBU yang sudah beroperasi, yaitu SPBU 74.94311 Jl. Raya Palu – Donggala, SPBU 74.94314 Ds. Tondo dan SPBU 74.94315 Jl. Trans Sulawesi. Sedangkan, SPBU 74.94310 Sidondo telah beroperasi di Kabupaten Sigi.

(ded/rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.