Banner pemprov Sumsel

Debat Materi Ideologi, Aneh Kalau Ada yang Bilang Prabowo Anti Pancasila

JAKARTA,koranindonesia.id – Analis sosial Universitas Bung Karno (UBK), Muda Saleh, menilai, apa yang dipaparkan Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto terkait adanya tudingan anti-Pancasila tampaknya tak seperti apa yang selama ini beredar, baik di media maupun di sosial media.

Menurut Muda Saleh, hal itu terlihat dari debat capres yang digelar
tadi malam di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat.

“Pesan yang disampaikan oleh Pak Prabowo saat debat menjelaskan dengan singkat, bagaimana ia memandang dan meletakkan Pancasila di posisi paling atas di negara RI. Jadi aneh, jika ada yang menganggap Pak Prabowo itu anti Pancasila,” ujar Muda dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/3/2019).

Adapun menurutnya terkait tema ideologi yang dikatakan oleh Capres Jokowi bahwa penanaman ideologi Pancasila sejak kecil serta hidup bertoleransi, tampaknya tak sesuai dengan apa yang terjadi saat ini.

“Ada sejumlah poin menurut saya soal tema ideologi yang disampaikan pak Jokowi, yakni, ia menyebut toleransi, berkawan dengan saudara-saudara, toleransi beragama. Ini ngelantur, karena apa? gak singkron dengan implementasi yang ada. Masyarakat kita di bawah nyaris pecah, bullying, adu ngotot yang kita bisa temukan di group-group Whatsapp, di tempat kerja, bahkan keluarga, yakin Pancasila sampai ke bawah (masyarakat), Pak Widodo gagal menanamkan Pancasila di Indonesia” ungkapnya.

Muda juga mengkritik, adanya lembaga Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibentuk pemerintah yang juga dipaparkan oleh Jokowi, dimana menurutnya, saat ini lembaga tersebut nyaris tak memiliki kinerja yang nyata.

“Mengapa terjadi konflik sampai saat ini, mengapa terjadi pergeseran budaya, bahkan korupsi semakin merajalela, mengapa berbeda pendapat membuat perpecahan, ini karena penanaman ideologi Pancasila gak sampai ke akar rumput, entah apa yang dikerjakan BPIP itu” sambungnya.

Selain itu, Muda juga menanggapi adanya pernyataan yang dilontarkan oleh cawapres Ma’ruf Amin yang menyebut khilafah, saat menjawab pertanyaan wartawan usai debat capres.

“Lagi-lagi Pak Widodo gak didenger, kali ini pasangannya, bayangkan saja, tadi malam saya baca di sejumlah media, Pak Ma’ruf tebar isu khilafah kepada kubu lawan politiknya. Ini bahaya loh, bisa menimbulkan perpecahan, pak Ma’ruf itu kan kiai, kok sikapnya begitu ya, beberapa waktu lalu pak Widodo tebar angin panas di Yogyakarta, sekarang wakilnya bilang khilafah, ini gak sehat, gak menunjukkan keduanya paham Pancasila, Capres dan Cawapres kok ngelantur!,” tukasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.