Banner sumsel

Dari Lahan Pembuangan Sampah, Pelancu jadi Destinasi Wisata Kreatif Terpopuler

LAHAT, koranindonesia.id – Pelancu merupakan objek wisata terbaru yang populer di Kabupaten Lahat saat ini.

Terletak di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Objek wisata ini mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun dari daerah lain, meski baru resmi dibuka pada Oktober 2017, silam.

Berawal dari lahan pembuangan sampah, pemuda desa bersama warga lainnya bekerja bersama-sama untuk menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata kreatif. Berada di tepian sungai Lematang dengan latar belakang Bukit Serelo menjadikan tempat ini cocok sebagai tempat rekreasi keluarga.

Selain berbagai spot selfie terdapat juga wahana bagi para pengunjung seperti flying fox dan wisata air dengan menggunakan perahu ketek.

Atas kerja kreatif itu, Pelancu pun kini mendapat ganjaran setimpal, dengan meraih penghargaan Juara I wisata kreatif terpopuler se-Indonesia dari Kementerian Pariwisata RI.

Penghargaan itu diterima langsung Bupati Lahat Marwan Mansyur pada malam Anugerah Pesona Indonesia di Jakarta, Kamis (22/11/18). Marwan Mansyur sendiri, mengapresiasi kepada masyarakat di Kabupaten Lahat.

(FOTO/IST)

Khususnya, bagi warga Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Lahat, yang sudah bekerja keras mengoptimalkan potensi desanya, menjadi objek pariwisata yang dibangun berdasarkan kreativitas warga desa, sehingga menjadi pariwisata unggulan yang menjadi salah satu tujuan pariwisata di Kabupaten Lahat.

“Semoga ini menjadi motivasi bagi desa-desa lainnya untuk memanfaatkan potensi desa yang ada. Dan saya berharap penghargaan yang diraihnya dapat lebih memacu warga Desa Ulak Pandan untuk lebih berkarya lagi memanfaatkan potensi-potensi didesanya yang belum dioptimalkan,” tuturnya, Sabtu (24/11/2018).

Sementara itu,  Pelancu sendiri sejak digagas 18 Agustus 2017 silam, dan mulai dibuka untuk umum pada 1 September 2017 hingga diresmikan pada 10 Oktober 2017, keberadaannya seolah telah menghipnotis minat wisatawan.

Sebab, dalam kurun waktu tersebut puluhan ribu wisatawan sudah datang mengunjungi objek wisata yang menonjolkan Bukit Serelo atau Bukit Jempol sebagai ikon tersebut.

(sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.