Banner sumsel

Dana Subsidi Replanting Sebesar Rp25 Juta tak Diminati Petani

LAHAT,  Koranindonesia.Id – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melalui Dirjen Perkebunan menggelontarkan dana Replanting (Penanaman kembali) kepada para petani sawit. Namun, subsidi sebesar Rp 25 juta per hektar maksimal 4 Kepala Keluarga ( KK) yang digelontorkan pemerintah tersebut tak diminati petani sawit di Lahat.

Hal tersebut  diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lahat, Ir H Agustia Budiman MM melalui Kabid Perkebunan Engkos Kosasi SP. Menurutnya hingga saat ini program tersebut belum terealisasi. Namun demikian bukan petani sawit di Lahat tidak berminat dengan program yang diberikan pemerintah minimal 50 hektar perkelompok tersebut.

“Dana itu banyak, berapapun akan kita berikan asal syaratnya lengkap,”terangnya, Selasa (23/10)

Dijelaskan Kosasi,  tidak adanya realisasi bantuan subsidi tersebut bukan tanpa alasan, meskipun tercatat ada sebanyak 28.244 hektar lahan perusahaan, 11.498 hektar plasma dan 8.986 hektar lahan Swadaya.

Sulitnya prosedur menjadikan petani malas untuk mendapatkan bantuan kebutuhan dana peremajaan itu. “Banyak lahan yang ada di Lahat dikelola orang lain, sedangkan syaratnya harus pemilik kebun.  Selain itu, belum adanya koperasi untuk kebun swadaya,”ujarnya..

Ditambahkanya, pihaknya tidak dapat berbuat banyak, meskipun telah berupaya mengajak petani memanfaatkan bantuan yang ada serta telah melakukan sosialisasi tatap muka terhadap para petani. ” Paling kita bisa bantu bibit saja jika anggaran memungkinkan,”tuturnya. (Sfr)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.