Dampak Pandemi COVID-19, Bursa Transfer Bisa Buka 6 Bulan Penuh

JAKARTA, koran Indonesia.id – Pembicaraan mengenai nasib bursa transfer di tengah pandemi COVID-19 mulai muncul ke permukaan saat ini.

Bursa transfer menjadi salah satu hal yang pasti akan terkena dampaknya pada pandemi COVID-19.

Saat ini, kompetisi antarklub sudah mengalami penundaan dengan waktu kembali yang belum menentu.

Penundaan kompetisi juga membuat beberapa klub mengalami kerugian.

Pendapatan mereka disebut menurun karena tidak adanya uang tiket dan hak siar.

Dilansir koranindonesia.id dari Telegraph, rencana memperpanjang jendela transfer musim depan pun dianggap sebagai langkah yang realistis.

Bursa transfer musim panas biasa berjalan dari 1 Juli hingga 31 Agustus atau sebelum sepak mula laga pertama untuk Liga Inggris.

Dalam rencana yang baru, bursa transfer bisa berjalan dari Juli hingga Januari.

Dengan peraturan yang baru seperti ini, klub-klub berpeluang untuk bisa mengembalikan keuntungan mereka.

Klub-klub tersebut memiliki waktu untuk mengumpulkan pendapatan dari uang tiket dan hak siar begitu musim kompetisi sebelumnya selesai.

Rencana ini memang masih prematur mengingat FIFA sendiri belum memprioritaskan soal solusi untuk bursa transfer.

Perubahan jelas ada sembari menunggu nasib kompetisi yang sekarang mengalami penundaan. (Ofi)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.