Banner sumsel

Dalami Keterlibatan Sahat MBJ Nahor Terkait Kasus Meikarta, KPK Panggil Dua Saksi

JAKARTA,koranindonesia.Id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan untuk memanggil dua saksi kasus suap perizinan proyek Meikarta untuk tersangka Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahor.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan kedua saksi tersebut adalah
Support Project Management PT Lippo Cikarang, A Eddy Triyanto, dan seorang PNS Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Dicky Cahyadi. Kedua saksi ini akan dimintai keterangan terkait peran Sahat dalam mengurus proses perizinan Meikarta.

“Kedua saksi bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SMN (Sahat MBJ Nahor) mengenai keterlibatan tersangka mengenai kasus suap Meikerta,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Febri menjelaskan dalam kasus suap Meikerta ini, penyidik KPK akan terus mendalami keterlibatan tersangka. Untuk itu, KPK sudah menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi terkait Meikerta.

“Semua saksi yang kita data akan kita panggil untuk dimintai keterangannya, saksi tersebut sudah kita agendakan untuk pemanggilan mereka untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Diketahui dalam kasus Meikerta KPK telah menetapkan 9 tersangka diantaranya Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Grup Billy Sindoro menjadi tersangka utama dalam kasus suap tersebut.

Tersangka lain dari Pemkab Bekasi, yaitu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

KPK juga menetapkan tersangka lain dari pihak swasta, yaitu Konsultan Lippo Grup Fitra Djaja Purnama dan Taryudi, serta Pegawai Lippo Grup Henry Jasmen. Semua tersangka diduga kuat melakukan transaksi suap.

Dari penyidikan dari tersangka KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang 90.000 dollar Singapura, uang senilai total Rp513 juta dalam pecahan Rp100.000, uang Yuan dan uang Rp100 juta. Barang bukti lain yang diangkut penyidik KPK ada tiga unit mobil jenis Toyota Avanza, Toyota Innova, dan mobil sedang dengan jenis BMW. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.