Banner sumsel

Daerah Dumai dan Bengkalis Jadi Jalur Penyeludupan Narkoba

JAKARTA,koranindonesia.Id-Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menjelaskan daerah Dumai dan Bengkalis menjadi jalur penyeludupan narkoba saat ini, dimana sebelumnya biasanya melalui perairan Aceh.

Direktur Tindak Pidana Narkoba, Brigjen Pol Eko Daniyanto, mengatakan, narkoba jenis sabu menjadi barang yang biasa diselundupkan melalui jalur tersebut. Kebanyakan petugas kepolisian mengagalkan aksi penyelundupan barang haram asal negeri tetangga Malaysia.

“Rute masuk penyelundupan narkoba jenis sabu dari Malaysia yang semula melalui perairan Aceh, sekarang bergeser ke Dumai atau Bengkalis,” terangnya dalam keterangan tertulis, Minggu (21/10/2018).

Para pelaku menjadikan Dumai atau Bengkalis sebagai pasokan ke wilayah Pekanbaru. Kemudian didistribusikan ke wilayah Sumatra dan Jawa. Sedangkan untuk wilayah Sumatra Utara melalui Tanjung Balai Asahan.

“Penyelundupan sabu dari Malaysia sejak awal Oktober sudah mencapai 40 kg. Bahkan berdasarkan data penanganan tindak pidana narkoba selama minggu ke-3 Oktober, terlihat adanya peningkatan jumlah kasus dari minggu sebelumnya,” paparnya.

Dalam Minggu kedua, sebanyak 825 kasus ditangani, dan 869 kasus di minggu ketiga. Jumlah tersangka yang statusnya ditetapkan pada minggu ke-3 Oktober berjumlah lebih dari 1.000 orang di seluruh Indonesia.

“Rinciannya bandar narkoba 37 tersangka, pengedar 567 tersangka,” tandasnya. (Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.