Banner sumsel

Curi Kerbau Petani, Kaki Siharman Ditembak Polisi

LAHAT, koranindonesia.id – Siharman (38) warga Desa Talang Sejemput, Kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan (Sumsel), harus rela kaki sebelah kirinya ditembus timah panas anggota Satreskrim Polres Lahat,  lantaran lelaki berkumis tipis ini terlibat kasus pencurian hewan ternak kerbau milik Janawi (69) warga Desa Lebak Budi Kecamatan Merapi Timur, Lahat.

Dalam menjalankan aksinya,  Siharman tidak sendiri namun bersama tiga rekanya yang lain yakni Herman (46) warga Jalan Aspol Kalijamin, Kelurahan Pagar Agung, Lahat, yang sudah ditangkap lebih dahulu. Sementara, Paruf (30) warga Desa Perangai Kecamatan Merapi Selatan, Lahat, bersama Fitrah (25) yang juga warga Desa Perangai Kecamatan Merapi Selatan, Lahat, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Lahat,  AKBP ferry Harahap melalui Kasat Reskrim AKP Satria Dwi Dharma mengungkapkan, sebelum terjadinya pencurian, korban Janawi, Rabu (17/4) sekira pukul 17.00 WIB mengikatkan kerbau peliharaannya di pondok kebunnya yang berada di Desa Ulak Pandan,  Kecamatan Merapi Barat,  Lahat.  Merasa aman,  Janawi yang sehari-hari bertani ini lantas meninggalkan kerbaunya tersebut dan pulang ke kediamanya.

“Nahas saat datang kembali untuk melihat kerbaunya sekira pukul 20.30 WIB ternyata sudah tidak ada lagi.  Saat kejadian korban sempat bingung untuk mencari keberadaan kerbaunya tersebut,” ungkap Kasat Reskrim, Minggu (28/4/2019).

Merasa yakin jika hewan peliharaanya tersebut dicuri, Janawi lantas melapor ke Polres Lahat, atas kehilangan dan kerugian yang ditafsir hingga Rp25 juta.  Atas laporan tersebut, imbuh Satria, pihaknya langsung melakukan penyelidikan hinggaJumat (26/4) sekira pukul 19.30 WIB lalu, pihaknya berhasil menangkap salah satu pelaku yakni Siharman di  Lapangan MTQ Lahat.

Saat diinterogasi petugas, pelaku mengaku melakukan pencurian bersama tiga rekanya hingga penangkapan dilanjutkan pada tersangka Herman.  “Kemudian kita minta pelaku menunjukkan lokasi barang bukti.  Bukannya bekerjasama, Siharman justru berupaya melarikan diri.  Dua kali tembakan peringatan diletupkan petugas, tersangka masih berusaha kabur, sehingga dilakukan tindakan tegas,” papar Kasat Reskrim pula.

Selain mengamankan kedua tersangka, anggota Satreskrim Polres Lahat juga mengamankan satu unit mobil pick up warna hitam dengan nopol  BG 9335 EA, yang diduga digunakan untuk membawa hasil curian dan uang tunai sebesar Rp1 juta.  “Korban sendiri mengalami kerugian hingga mencapai Rp25 juta,” pungkasnya.

(sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.