Banner sumsel

Curah Hujan Rendah, Petani Karet ‘Istirahat’ Nyadap

BATURAJA,koranindonesia.Id –Minimnya curah hujan beberapa bulan terakhir berdampak pada ativitas petani karet di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), para petani terpaksa menghentikan sementara aktivitas menyadap. Seperti  dilakukan  petani di Batumarta, Kecamatan Lubukraja, menyusul minimnya getah karet yang hasilkan.

Dian, pemilik kebun karet di Batumarta ini mengaku sengaja meliburkan pekerjanya untuk menyadap karet, karena getah yang keluar jauh dari maksimal.

“Hasil getahnya kurang. Penurunan hasil getah karet yang di sadap mencapai 50 persen akibat minimnya curah hujan, dan daunnya banyak yang gugur,” kata Dian, saat dibincangi, Selasa (16/10/2018).

Dian menjelaskan, jika curah hujan  dalam 1 (satu) hektare dalam 10 hari bisa menghasilkan dua keping atau seberat 160 kilogram. Kalau sekarang ini untuk mengumpulkan 100 Kg saja sulit.

“Paling banyak hasil getah karet sekarang ini untuk 10 hari maksimal 1 keping atau seberat 70-80 Kg. Satu hektare lahan kebun karet bisa berisi 600-800 batang,” katanya.

Maka kata Dian tidak heran jika banyak pentani meliburkan diri sambil menunggu curah hujan normal. “Bukan hanya saya. Ada petani lainya juga. Untuk memenuhi kebutuhan lainya saya ada pekerjaan lain. Semoga saja dalam waktu dekat curah hujan normal, dengan demikian petani bisa menyadap normal kembali,” ungkapnya.

Disinggung mengenai harga getah karet sekarang ini, menurutnya mengalami penurunan. Biasanya getah karet  mingguan mencapai Rp 9.000 per Kg, saat ini turun menjadi Rp 8000 per Kg.(tin)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.