Banner sumsel

Cumulonimbus Sebab Hujan Angin di Jakabaring

PALEMBANG, koranindonesia.Id -Hujan disertai angin kencang yang terjadi di kawasan Jakabaring dan sekitarnya pada Sabtu (28/10) menyebabkan kerusakan fasilitas umum, rumah warga dan pohon tumbang, disebabkan oleh pertumbuhan awan cumulonimbus yang menimbulkan hujan lebat dan angin hingga 27 knot.

Kasi Data dan Informasi BMKG Klas 1 Palembang, Nandang mengatakan, hujan lebat dan angin kencang yang terjadi di kawasan Jakabaring diakibatkan awan Cumulonimbus (awan hujan hitam pekat), dengan kondisi udara yang relatif hangat di sekitar daerah pertumbuhan awan tersebut menyebabkan perbedaan tekanan yang sangat signifikan sehingga dapat menimbulkan angin kencang.

“Karakteristik permukaan topografi wilayah Jakabaring sendiri yang relatif rata dan sebagian besar merupakan lahan gambut, membuat pertumbahan awan hujan hitam pekat (cumulonimbus) pada wilayah berpotensi menimbulkan signifikan dibandingkan wilayah lain,” katanya, Minggu (28/10/2018).

Berdasarkan hasil pengamatan alat Automatic Weather Station (AWS) di Staklim Palembang kecepatan Angin Maximum tercatat sebesar 23 Knots dengan intensitas hujan sebesar 2,5 mm. Sedangkan berdasarkan Data Alat Automatic Rain Gauge (ARG) dari lokasi kejadian di Jakabaring, hujan Sabtu (27/10) pukul 14.20 WIB – 15.10 WIB, tercatat sebesar 18,2 mm.

“Sedangkan data hasil lengamatan Stamet SMB II Palembang kecepatan angin tercatat 27 Knots atau sekitar 50 Km/Jam dengan intensitas hujan 11 mm,” jelasnya.

Seperti yang diperingatkan BMKG Sumsel sebelumnya, potensi hujan lebat dan angin kencang pada siang hingga sore hari sangat mungkin terjadi pada musim peralihan seperti sekarang ini. (Iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.