BANNER Dukung 5m
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Cuma di Indonesia, Orang Berpendapat di Twitter Dikenai Hukuman 6 Tahun Penjara

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menanggapi kasus Syahganda Nainggolan yang dihukum enam tahun penjara karena berpendapat di media sosial Twitter.

Refly Harun berpendapat, Syahganda Nainggolan yang mengeluarkan pendapat di akun media sosial Twitter bukanlah suatu bentuk pendapat yang komprehensif.
“Bukan sebuah pendapat komprehensif yang disampaikan secara terbuka,” ujar Refly Harun, dikutip dari kanal Youtube Refly Harun pada Senin, (5/4).

Dia menilai hanya Indonesia saja yang notabenenya negara demokratis namun menghukum orang yang berpendapat di media sosial seperti halnya media sosial Twitter.

“Hanya Indonesia negara demokratis, yang menghukum orang karena pendapat. Apalagi media sosialnya adalah Twitter,” tutur Refly Harun.

Refly Harun juga menyinggung bungkamnya Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan dalam kasus ini.

Ia menilai seharusnya Prabowo Subianto memiliki kontribusi, paling tidak bersuara terhadap ketidakadilan yang menimpa para pendukungnya.

“Prabowo Subianto harusnya memang memiliki kontribusi, paling tidak bersuara terhadap ketidakadilan yang menimpa para pendukungnya,” ujar pakar hukum tata negara ini.

Adapun posisi Menteri Pertahanan yang dijabat oleh Prabowo Subianto saat ini, membuat Prabowo Subianto tidak leluasa melampaui bosnya atau Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Permasalahannya dia sudah berstatus anak buah, dan kita tahu bahwa tdk mudah bagi anak buah melampaui bosnya. Karena bosnya adalah Presiden Jokowi, dan sebagai menteri harus taat,” tutur Refly Harun.
Menurut Refly Harun, untuk menegakkan hukum di Indonesia harus memenuhi dua poin.
Pertama, hukum yang benar itu adalah hukum yang tidak menghukum orang kecuali kalau dia sudah ditentukan kesalahannya.

Kedua, hukum yang menghukum orang sesuai dengan porsinya, barangkali tidak sesuai dengan porsinya.

Seperti diketahui, bahwa Syahganda Nainggolan dijatuhi hukuman enam tahun penjara gara-gara cuitan di akun twitternya. (Ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.