Banner Pemprov 2020
Banner september

Cuaca Sumsel saat Gerhana Matahari Cincin Berpotensi Mendung

PALEMBANG, koranindonesia.id – Fenomena Gerhana Matahari Cincin di Wilayah Sumatera Selatan pada Minggu siang, 21 Juni 2020 berpotensi terganggu cuaca mendung karena pertumbuhan awan masih cukup tinggi.

Kepala Unit Analisis dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani, Jumat, mengatakan pertumbuhan awan tinggi didorong faktor musim pancaroba yang masih berlangsung di seluruh wilayah Sumsel.

“Kondisi atmosfer masih cukup lembab dalam dua hari ke depan dan diprakirakan belokan angin di wilayah Sumsel masih terjadi, maka pertumbuhan awan masih cukup tinggi untuk wilayah Sumsel,” ujar Sinta kepada ANTARA.

Sementara berdasarkan analisis BMKG, visibilitas Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada 21 Juni di Sumsel dapat teramati berupa Gerhana Matahari Sebagian jika cuaca cerah, dengan magnitudo gerhana antara 0,0009 di Kota Pagaralam hingga 0,054 di Kota Palembang.

Secara umum gerhana di Sumsel akan dimulai pukul 14.31 WIB lalu mencapai puncaknya pukul 15.04 WIB dan berakhir pukul 15.36 WIB, serta durasi gerhana yang teramati rata-rata 0,78 jam.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika piringan matahari tertutup piringan bulan dan tersisa bagian tepi yang tak tertutup.

GMC di Sumsel dapat terlihat dari 16 lokasi, yakni Kota Palembang, Lubuklinggau, Rupit, Muara Beliti, Tebing Tinggi, Pagaralam, Lahat, Muara Enim, Sekayu, Talang Ubi, Muaradua, Baturaja, Prabumulih, Martapura, Pangkalan Balai, Indralaya dan Kayu Agung.

GMC durasi paling lama di Sumsel terjadi di Kota Palembang yakni 1 jam 3 menit 45 detik, lalu disusul Pangkalan Balai Kabupaten Banyusin 1 jam 3 menit 14 detik, dan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin 1 jam 1 menit 3 detik.

Sedangkan GMC durasi paling singkat terjadi di Muaradua yakni 17 menit 58 detik, lalu Kota Pagaralam 26 menit 37 detik dan Kabupaten Lahat 39 menit 32 detik. (Ant)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.