Banner Pemprov 2020
Banner september

Cristiano Ronaldo Gagal Hapus Kutukan Dari Champions League

JAKARTA, koranindonesia.id – Cristiano Ronaldo punya peruntungan yang bagus di ajang Liga Champions. Namun kehadiran CR7 tak cukup untuk menghapus nasib buruk Juventus di kompetisi elite Eropa tersebut.
Sejak Ronaldo datang ke Juventus, muncul keyakinan bahwa pemain asal Portugal itu bisa menghapus kesialan Bianconeri di ajang Liga Champions. Pasalnya, sejak jadi juara di musim 1995/1996, Juventus tak pernah lagi mampu jadi juara.

Nasib miris makin terasa lantaran Juventus gagal di final Liga Champions 1996/1997, 1997/1998, 2002/2003, 2014/2015, dan 2016/2017 alias di lima final terakhir yang mereka jalani.

Kedatangan Ronaldo diyakini bisa menjadi ‘potongan puzzle’ yang memang sudah dinanti oleh Juventus. Ronaldo punya catatan apik di Liga Champions berupa rekor gol terbanyak plus datang ke Turin usai mencatat hattrick Liga Champions bersama Real Madrid.

Total Ronaldo juga sudah memenangkan lima trofi Liga Champions bersama Manchester United dan Real Madrid. Profil Ronaldo benar-benar sempurna sebagai pemain yang dibutuhkan untuk memenangkan Liga Champions.

Namun ternyata hal itu tidak cukup untuk menghapuskan kutukan Juventus di Liga Champions.

Situasi bahkan makin parah karena Juventus tersingkir di tangan Olympique Lyon pada 16 besar, lebih buruk dibandingkan catatan terhenti di babak perempat final musim lalu.

Ronaldo sudah mengerahkan seluruh kemampuan yang ia miliki. Dua gol dari kakinya membawa Juventus menang 2-1 di akhir pertandingan. Namun hal itu tidak cukup menghapus kekalahan 0-1 di leg pertama yang membuat Bianconeri akhirnya tersingkir lewat aturan gol tandang.

Ronaldo kini justru jadi bagian tim Juventus untuk merasakan kepedihan dan ketidakberdayaan di Liga Champions. Status Raja Italia selama sembilan musim selalu buyar di hadapan kompetisi Eropa.

Entah hal apa yang kali ini ditunjuk sebagai kesalahan oleh Juventus. Mungkin kekalahan di leg pertama atau bisa jadi penalti cepat di awal pertandingan yang bisa dieksekusi dengan baik oleh Memphis Depay di leg kedua.

Satu hal yang pasti, Ronaldo sudah berusaha sekuat tenaga namun dua gol dari kakinya tak cukup membuat Juventus tertawa gembira di akhir pertandingan.

Masa Depan Ronaldo

Setelah gagal di Liga Champions, hal yang paling menarik untuk diperhatikan adalah masa depan Ronaldo di Juventus. Ronaldo adalah sosok pemain dengan ambisi tinggi dan kegagalan ini jadi pukulan telak bagi dirinya.

Dengan sisa kontrak tinggal satu musim di Juventus, masa depan Ronaldo bisa jadi tanda tanya setelah ini.

Di usia 35 tahun, Ronaldo masih punya ambisi tinggi untuk berprestasi. Ambisi itu sendiri diiringi oleh kepiawaiannya untuk terus menjaga ketajaman tiap musim.

Pada musim ini, Ronaldo jadi mesin gol terbaik untuk Juventus. Sebuah pembuktian bahwa ia masih punya reputasi sebagai pemain papan atas dunia.

Dalam laporan beberapa pekan lalu sempat disebutkan bahwa Ronaldo sudah bersedia didekati oleh Paris Saint-Germain namun kemudian negosiasi itu batal terlaksana karena terhalang pandemi corona, dikutip dari as.com

Kini Ronaldo dan Juventus harus segera bertatap muka untuk merundingkan masa depan bersama. Bila Juventus masih yakin Ronaldo bisa diharapkan tahun depan, tentu mereka berusaha sekuat tenaga untuk coba mempertahankan CR7 di skuat mereka musim depan.

Ronaldo sendiri justru bisa menjadikan kegagalan ini sebagai motivasi dan tujuan besar untuk membawa Juventus juara Liga Champions di pengujung kariernya.

Namun bila Ronaldo memilih untuk hengkang dan menjajal petualangan baru, Juventus tak bakal punya daya untuk menahan. Mungkin Ronaldo sadar bahwa sihir miliknya tak bisa menghapus kesialan Juventus di ajang Liga Champions.

(MT)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.