Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Covid-19 Bisa Sebabkan Penggumpalan Darah, Begini Cara Mencegahnya

JAKARTA, koranindonesia.id – Pada saat tertentu, terjadinya penggumpalan darah sebenarnya hal yang bermanfaat.

Misalnya, saat kita terluka agar darah tidak terkuras habis dan membahayakan nyawa.

Namun, penggumpalan darah yang terjadi saat tidak diperlukan bisa menyebabkan serangan jantung, stroke, dan berbagai gangguan medis serius.

Bahkan, penggumpalan darah bisa menjadi indikasi adanya infeksi Covid-19. Hal tersebut dilansirkan oleh  Cleveland Clinic.

Sebenarnya, apa kaitan penggumpalan daran dan Covid-19?

Spesialis bedah vaskuler, Meghann McCarhty mengatakan infeksi Covid-19 bisa memicu pembekuan darah di seluruh tubuh.

Sayangnya, belum jelas apa yang memicu pembekuan darah pada kasus infeksi Covid-19.

“Ada sejumlah faktor yang mungkin berperan dalam risiko ini, seperti cedera atau peradangan pada dinding pembuluh yang menyebabkan penumpukan sel di sekitar dinding yang terluka hingga membentuk gumpalan darah,” ucapnya.

Selain itu, virus corona juga bisa mempengaruhi faktor inflamasi dan koagulasi (pembekuan) di dalam darah, yang turut meningkatkan risiko pembekuan.

Bagaimana cara mencegahnya?

Menurut McCarhty penggumpalan darah pada kasus Covid-19 bergejala ringan sangat kecil kemungkinannya.

Meski kasus pembekuan darah pada pasien Covid-19 ini masih membutuhkan penelitian mendalam, McCarhty mengatakan ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risikonya.

“Secara umum, risiko penggumpalan darah bisa dikurangi dengan aktivitas atau olahraga teratur, pola makan sehat dan menjaga berat badan ideal,” ucapnya.

Saat melakukan perjalanan darat, McCarhty juga menyarankan kita untuk memastikan asupan cairan tubuh, mengenakan kaus kaki kompresi, dan sebisa mungkin melakukan jalan kaki agar tidak terjadi pembekuan darah.

“Penting juga untuk mengikuti skrining kanker yang sesuai dengan usia seperti mammogram, pap smear dan kolonoskopi,” tambahnya.

Ia juga menyarankan kita untuk menjauhi haya hidup merekok untuk mengurangi risiko penggumpalan darah dan berbagai gangguan kesehatan.

“Seperti awal pandemi terjadi, kita juga harus melakukan physical distancing, rutin cuci tangan, dan memakai masker untuk mengurangi risiko infeksi Covid-19,” ujarnya.

(MT) 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.