Christine Hakim : Film Bumi Itu Bulat, Jadi Sarana Pemersatu Bangsa

JAKARTA, koranindonesia.id – Aktris senior Christine Hakim sebagai penggagas terciptanya film Bumi Itu Bulat merasa bangga, karena menurut artis kawakan itu, film ini sangat mengajarkan masyarakat, untuk mencintai tanah air dan menjaga sikap toleransi antar pemeluk agama.

Film yang diproduksi Robert Ronny itu mengangkat isu pandangan kesukuan atau primordialisme etnis dan keagamaan, yang ditarik ke ranah politik praktis sehingga menciptakan polarisasi dalam masyarakat. “Saya mendapat pelajaran dan mengambil hikmah dari film yang saya bintangi ini. Benar-benar film yang sangat baik deh, kalau menonton pasti dapat ilmu mengenai toleransi umat beragama,” paparnya kepada wartawan, Kamis (4/4/2019).

Untuk diketahui, Christine Hakim bersama Arie Kriting menjadi penggagas film yang segera tayang mulai 11 April mendatang di seluruh bioskop di tanah air ini, dibintangi oleh Rayn Wijaya, Kenny Austin, Febby Palwita, serta Matius Muchus. Dalam film produksi Inspira Pictures, Astro Shaw, GP Anshor, dan Ideosource Entertainment itu, Tissa Biani berperan sebagai Rara, adik dari Rahabi (Rayn Wijaya).

Dilanjutkan Christine Hakim, ia meyakini film ini nantinya dapat menjadi sarana persatuan, sehingga masyarakat akan mudah menyerap pesan dari pentingnya persahabatan dan persatuan. Film Bumi Itu Bulat menceritakan kelompok musik Rujak Acapella yang memiliki lima orang anggota dari latar belakang berbeda.

Namun, konflik muncul ketika Rahabi mengajak Aisha (Febby Rastanty) yang berperan sebagai seorang muslim garis keras untuk bergabung. Film tersebut menampilkan aktris senior Christine Hakim, komika Arie Kriting, dan desainer Jenahara Nasution.

(arm)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.