
China Gelar World Humanoid Robot Games dengan 280 Tim
koranindonesia.id – China resmi membuka World Humanoid Robot Games pada Jumat (15/8/2025). Ajang ini berlangsung selama tiga hari dan dijuluki sebagai “Olimpiade” bagi robot humanoid. Sebanyak 280 tim dari 16 negara berpartisipasi. Penyelenggara menargetkan acara ini menjadi wadah untuk memamerkan kemajuan kecerdasan buatan dan teknologi robotika.
“Baca Juga: Mobil Warga Wonogiri Tertabrak KA Batara Kresna, 1 Tewas“
Robot-robot peserta bertanding di berbagai cabang olahraga. Beberapa cabang yang dilombakan antara lain atletik, tenis meja, serta sepak bola. Selain itu, robot juga harus menghadapi tantangan praktis seperti menyortir obat-obatan, menangani material, hingga melakukan layanan kebersihan.
Pertandingan ini tidak hanya menampilkan hiburan bagi penonton, tetapi juga membantu menguji kemampuan robot dalam menghadapi situasi nyata.
Dari 280 tim yang ikut serta, 192 tim berasal dari universitas. Sementara 88 tim mewakili perusahaan swasta. Beberapa perusahaan besar dari China, seperti Unitree dan Fourier Intelligence, ikut menurunkan tim mereka. Robot yang digunakan banyak berasal dari produsen dalam negeri, salah satunya Booster Robotics.
Negara peserta mencakup Amerika Serikat, Jerman, Brasil, dan beberapa negara lain. Kehadiran peserta internasional menambah nilai prestisius ajang ini.
Salah satu peserta, Max Polter, anggota tim HTWK Robots dari Jerman, mengaku antusias. Ia mengatakan bahwa timnya datang untuk bermain sekaligus menang. Namun, tujuan utama mereka juga mencakup riset.
Menurutnya, ajang ini memungkinkan para peserta mencoba pendekatan baru dalam robotika. “Jika kami mencoba sesuatu dan gagal, itu menyedihkan. Tetapi lebih baik daripada menghabiskan dana besar untuk produk yang tidak berhasil,” ujarnya.
Pertandingan robot di Beijing menarik perhatian banyak penonton. Tiket acara dijual dengan harga antara 128 hingga 580 yuan atau setara Rp288 ribu hingga Rp1,3 juta. Dalam pertandingan sepak bola, empat robot saling bertabrakan dan jatuh secara bersamaan, memancing tawa penonton.
Di nomor lari 1.500 meter, satu robot roboh saat berlari kencang. Penonton justru menyambut kejadian itu dengan sorakan meriah. Meski sering jatuh, beberapa robot berhasil bangkit sendiri tanpa bantuan manusia. Aksi itu disambut tepuk tangan panjang dari penonton yang kagum dengan kemampuan robot humanoid tersebut.
Menurut penyelenggara, kompetisi ini sangat penting bagi riset teknologi. Pertandingan memberikan peluang besar untuk mengumpulkan data. Data itu berguna dalam mengembangkan robot untuk aplikasi praktis, seperti pekerjaan pabrik.
Pertandingan sepak bola, misalnya, melatih kemampuan koordinasi antarrobot. Kemampuan tersebut nantinya bermanfaat dalam operasi jalur perakitan yang membutuhkan kerja sama beberapa unit robot.
China mengucurkan miliaran dolar untuk pengembangan humanoid dan robotika. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi populasi yang menua sekaligus bersaing dengan Amerika Serikat dalam teknologi canggih.
Dalam beberapa bulan terakhir, China juga gencar menggelar acara bergengsi. Beijing bahkan menyelenggarakan maraton robot humanoid pertama di dunia. Selain itu, mereka juga menggelar konferensi robot internasional dan membuka toko ritel khusus robot humanoid.
Sebuah laporan Morgan Stanley yang terbit pekan lalu mencatat tren menarik. Laporan itu menyebut lonjakan jumlah pengunjung konferensi robot terbaru. Antusiasme masyarakat umum meningkat jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini menandakan bahwa konsep kecerdasan buatan yang diwujudkan dalam bentuk fisik kini semakin diterima publik. Tidak hanya pejabat pemerintah, masyarakat luas juga mulai merangkul gagasan itu.
World Humanoid Robot Games di China bukan sekadar ajang hiburan. Pertandingan ini berfungsi sebagai laboratorium terbuka untuk menguji kemampuan robot humanoid. Aksi jatuh bangun para robot di lapangan memberikan hiburan, sekaligus data penting untuk masa depan robotika.
Dengan dukungan dana besar dan antusiasme publik, China menegaskan ambisinya menjadi pemimpin global di bidang kecerdasan buatan dan robot humanoid.
“Baca Juga: Komjen Dedi Prasetyo Resmi Dilantik Kapolri Jadi Wakapolri“