BANNER Dukung 5m
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Chelsea Menang, Pemain ini Punya Peran

JAKARTA,koranindonesia.id—Wow  Chelsea menang dalam 11 kali pertandingan,terakhir mereka menang atas Everton 2:0, Selasa dini hari (9/3).

Manajer Thomas Tuchel mengaku sangat senang dengan kontribusi yang ditunjukkan Kai Havertz dalam kemenangan 2-0 Chelsea atas Everton pada laga lanjutan Premier League.

Thomas Tuchel memperpanjang rekor tak terkalahkannya di Chelsea menjadi 11 pertandingan secara beruntun dan Kai Havertz menampilkan salah satu penampilan terbaiknya di Stamford Bridge setelah dipercaya untuk kembali ke starting XI tim.

Pemain internasional Jerman itu sangat terlibat pada malam itu. Umpan Marcos Alonso yang diarahkan kepadanya menghasilkan gol bunuh diri bek Everton Ben Godfrey dan akhirnya itu membuka keunggulan bagi The Blues

Di babak kedua, Kai Havertz mencetak gol yang bagus, sayang harus dianulir VAR karena sebelumnya melakukan handball, tetapi dia kemudian terus memainkan permainan yang bagus dan memenangkan penalti setelah ditebas oleh Jordan Pickford di kotak terlarang, memungkinkan Jorginho untuk maju dan mencetak gol kedua Chelsea.

The Blues sebenarnya bisa menang dengan tiga gol kalau saja serangan Havertz menit 54 tidak didahului pelanggaran. Pemain Jerman 21 tahun itu, saking kepengennya bikin gol, menahan si bundar dengan lengan kirinya sebelum menembak ke gawang Jordan Pickford. Ya, ketahuan lah. Dia pikir kamera televisi telat mengambil gambarnya mengendalikan bola dengan tangan.

Tapi nama Kai Havertz akan menjadi buah bibir pertandingan Chelsea vs Everton ini karena jasanya dalam membelokkan sepakan dari Marcos Alonso ke gawang the Toffees menjadi awal dari gol pertama, sekali pun bola mengecoh kiper Pickford karena terkena kaki  Ben Godfrey.  Selain itu bekas pemain Bayer Leverkusen itu juga menjadi awal dari sepakan penalti Jorginho pada menit 65 setelah ditumbangkan satu pemain Everton di sisi kanan kotak.

Pertandingan sepenuhnya berjalan di bawah kendali anak-anak Tuchel, dengan dominasi bola dikuasai The Blues (67:33), demikian juga percobaan serangan (15:6), tembakan tepat sasaran ke gawang lawan (6:1), dan serangan off target (5:3). Satu-satunya hal yang mencegah Everton kebobolan lebih banyak gol adalah aksi penyelamatan Jordan Pickford sebanyak empat kali selama 90 menit.

(Ard)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.