Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Cemas, Ancaman Gelombang Kedua Covid-19 MotoGP San Marino

JAKARTA, koranindonesia.id – Jelang MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, 13 September, CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta mengaku khawatir pagelaran MotoGP 2020 terkena imbas gelombang kedua pandemi virus corona.
Akibat gelombang pertama wabah Covid-19, MotoGP musim ini harus menunda dan memangkas seri hingga menjadi 14 balapan. Sejak dimulai pada 19 Juli, MotoGP 2020 sukses menggelar lima seri.

Meski demikian dengan menyisakan sembilan balapan lagi hingga 22 November mendatang, Ezpeleta terus mengingatkan agar semua pihak terutama tim-tim peserta mematuhi protokol kesehatan guna terhindar dari gelombang kedua virus corona.

“Jika ‘gelembung’ kami terus bekerja sesuai rencana, dan tidak ada seorang pun dari paddock yang terinfeksi, kami bisa menggelar balapan di semua negara yang dituju,” kata Ezpeleta dikutip koranindonesia.id dari speedweek.com.

Gelembung yang dimaksud Ezpeleta itu adalah sebanyak 1.400 kru tim peserta MotoGP 2020 yang aktivitasnya dibatasi hanya sebatas paddock dan hotel selama kejuaraan berlangsung.

Ezpeleta mengatakan apabila aktivitas kru-kru dibatasi dengan pergerakan di paddock dan hotel saja, Dorna yakin MotoGP 2020 bisa selesai sesuai harapan.

“Jika 1.400 anggota [kru] terus mematuhi protokol dengan cermat, saya melihat tidak ada bahaya untuk MotoGP saat ini,” ucap Ezpeleta.

Akan tetapi jelang MotoGP San Marino, Dorna dan MotoGP 2020 bakal menghadapi tantangan lain dari sebagian gelembung tersebut.

Di MotoGP San Marino 2020 sebagian kru yang berasal dari Italia diperkirakan akan tinggal di rumah, bukan di hotel. Hal itu sama dengan dua balapan di MotoGP Spanyol dan MotoGP Andalusia, di mana kru asal Spanyol memilih tinggal di rumah.

Kru yang memulai tugasnya dari rumah itu diklaim berpotensi meningkatkan risiko penularan karena meninggalkan gelembung.

(MT)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.