Banner sumsel

Cegah Penularan Kaki Gajah, Dinkes Lahat Lakukan PMOM

LAHAT,koranindonesia.Id-Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Lahat, Dr H Rasyidi Amri MT MKM melalui Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2P), H Ubaidillah mengatakan saat ini ada 10 warga Lahat terkena penyakit kaki gajah dan rata-rata yang terjangkit berusia produktif 20 sampai 50 tahun.

Ubaidillah mengungkapkan, penyakit kaki gajah tersebut memang tidak bisa disembuhkan. Tapi, obat agar cacing penyebab penyakit tersebut mati dan tidak berkembang lagi. ” Penyakit itu disebabkan karena adanya cacing filaria dalam tubuh yang ditularkan melalui nyamuk, kalau kakinya sudah bengkak maka tidak akan seperti semula lagi,” ujarnya, ketika dibincangi diruang kerjanya, Rabu (10/10/2018).

Cara mengobati seseorang yang terkena penyakit yang menyerang usia produktif ini, yakni diberi obat selama lima tahun secara berkelanjutan. Meski upaya pengobatan bisa sembuh tetapi kaki yang membesar tidak akan bisa hilang. Selain itu, Obat diberikan agar penyakit kaki gajah tersebut tidak tertular kepada orang lain.

Mengingat penyakit ini menular melalui nyamuk. ” Kalau nyamuk ada yang menggigit penderita kaki gajah, kemudian nyamuk tersebut mengigit orang lain yang sehat, maka penyakit tersebut akan tertular kepada orang yang sehat itu,” ujarnya.

Saat ini, pihak Dinkes Lahat, tengah melakukan Program Minum Obat Masal (PMOM) atau pemberian obat pencegahan masal Filariasis atau kaki gajah kepada 33 Puskemas yang ada di Kabupaten Lahat. ” Program itu ( Pemberian Obat Kaki Gajah ) sudah berjalan tiga tahun ini. Yang ditargetkan kepada sekitar 300 ribu masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, diimbau kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai penyakit kaki gajah tersebut, yaitu apabila sudah mengalami gejala seperti demam, pembesaran kelenjar di leher bawah ketiak atau lipatan  paha, maka segera berobat ke Pukesmas atau rumah sakit. (Sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.