Cegah Meluasnya Omicron, Perusahaan Non Esensial Didesak Terapkan WFH

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Kenaikan kasus Covid-19, terutama varian Omicron tengah menjadi perhatian dunia. Sebagai upaya pencegahan meluasnya kasus tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati mendesak perusahaan non esensial segera menerapkan sistem bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

“Kenaikan kasus Covid-19 menjadi perhatian semua kalangan termasuk dunia usaha. Presiden Joko Widodo telah mengimbau dengan sangat jelas bahwa bagi pekerja yang bisa menerapkan WFH, segera dilaksanakan. Mengingat kasus positif Covid-19 meningkat dengan terus meningkatnya transmisi lokal varian Omicron,” kata Elva dalam siaran persnya, Selasa (1/2/2022).

Elva melanjutkan, kebijakan pemerintah sudah jelas bahwa hanya sektor esensial yang masih bisa beroperasi normal dengan protokol kesehatan ketat. “Komisi IX mendukung seluruh program safety net untuk siap dilaksanakan membantu masyarakat yang terdampak,” tuturnya.

Ia menyampaikan, belum lama ini, Komisi IX sudah melakukan rapat kerja dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Satgas Covid-19 untuk memitigasi gelombang ketiga Covid-19. Saat itu, pihaknya mengusulkan agar pemerintah menjadikan data bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebagai patokan dalam memutuskan pelaksanaan PPKM.

 

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi pengendalian pandemi di bidang kesehatan yang juga memikirkan keberlangsungan dunia usaha. Terus beroperasinya 11 sektor bidang usaha esensial menjadi salah satu langkah solutif agar seluruh denyut perekonomian terus berlanjut sembari memastikan pandemi terkendali.

“Kami masih yakin hanya dengan pengendalian pandemi dari sisi kesehatan dapat mendorong pemulihan ekonomi secara maksimal. Kami meminta dunia usaha sedikit bersabar sembari mendukung penuh upaya pemerintah dan parlemen mengendalikan pandemi sehingga perekonomian dapat pulih kembali,” pungkas Elva.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.