Banner Pemprov 2020
Banner september

Cegah Happy Hypoxia Terapkan Protokol Kesehatan

Jakarta,koranindonesia.id-Erlina Burhan Dokter Spesialis Paru mengatakan pencegahan pada happy hypoxia yaitu pertama, dengan mengetahui segala gejalanya yaitu bertambah berat, makin lemas,batuknya menetap.

“Ketika kita berpikir ini mungkin happy hypoxia, segeralah mencari pertolongan ke rumah sakit. Selain itu sering-sering ukur saturasi oksigen dengan pulse oximetry dan jangan tunggu sesak karena happy hypoxia tidak ada gejala sesak,” kata Erlina Rabu (16/9/2020).

Selain itu, lanjut Erlina orang tanpa gejala (OTG) itu biasanya jarang sekali kemungkinan untuk terjadi happy hypoxia. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai terkena Coronavirus Disease (Covid-19), caranya dengan menerapkan protokol kesehatan, 3M.

Seperti menggunakan masker. Erlina mengatakan jika salah satu yang sakit dan tidak menggunakan masker, kemungkinan tertular, menular 100 persen. Apabila yang sehat pakai masker, 70 persen penularannya.

Jika hanya yang sakit yang pakai masker, risiko penularannya menjadi 5 persen. Apabila yang sakit dan tidak sakit menggunakan masker, maka resiko penularannya dua persen. Jika ditambah menjaga jarak, maka penularannya 0 persen.

Untuk mempertahakankan 0 persen, kata Erlina menjaga jarak ditambah dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Bila terjadi happy hypoxia, penanganan pertama langsung pergi ke rumah sakit untuk terapi oksigen untuk memgembalikan kadar oksigen.

Kedua adalah bisa dilakukan dengan meningkatkan sistem imun dengan makanan yang bergizi, istirahat cukup, jangan merokok. Kalau perlu konsumsi suplemen atau vitamin, dan jangan stres

“Kenapa? Karena kalau stres yang berkepanjangan, terus-menerus ini akan memungkinkan penurunan imunitas. Jadi kalau imunitas turun, apapun penyakit bisa terjadi,” kata Erlina.(ydr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.