Banner Pemprov Agustus

Catat, KPU Tetap Ngotot Minta OSO Mundur dari Hanura

JAKARTA, koranindonesia.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, tetap dengan keputusannya terkait nasib Oesman Sapta Odang (OSO), yang harus menyerahkan surat pengunduran diri sebagai Ketua Umum Partai Hanura, bila namanya ingin masuk dalam daftar calon tetap (DCT) anggota DPD peserta Pemilu 2019.

“Kan ditunggu sampai tanggal 22 habislah (tengah malam nanti). Yang jelas kalau tidak serahkan, tidak masuk (Daftar Calon Tetap/DCT),” kata Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, di gedung KPU RI, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Wahyu memastikan, akan mencoret OSO dan tidak akan memasukkan namanya dalam DCT bila hingga malam nanti ia tidak menyerahkan surat pengunduran diri sebagai Ketua Umum partai Hanura. “Yang jelas kalau tidak serahkan tidak masuk,” ucapnya.

Sebelumnya, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeksekusi putusan PTUN Jakarta Nomor: 242/G/SPPU/2018/PTUN-JKT terkait gugatan Oesman Sapta Odang (OSO).

Pembangkangan KPU terhadap putusan tersebut berdampak besar pada legalitas anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) hasil Pemilu 2019. Bahkan, pelantikan Presiden terpilih dapat digugat lantaran persoalan tersebut.

Ketua PTUN Jakarta, Ujang Abdullah, pada Senin (21/1/2019) mengirim surat perintah pelaksanaan putusan PTUN Jakarta Nomor 242/G/SPPU/2018/PTUN-JKT kepada KPU. PTUN Jakarta mendesak KPU segera mengeksekusi putusan sengketa pemilu yang dimenangkan OSO karena telah memperoleh kekuaatan hukum tetap.

“Sesuai Pasal 13 Peraturan Mahkamah Agung (MA) Nomor 5/2017, penyelesaian sengketa proses Pemilu dilakukan di PTUN. Pasal 115 Undang-Undang (UU) Nomor 5/1986 menyatakan, hanya putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap yang dapat dilaksanakan,” ujar Ujang dalam surat perintah eksekusi PTUN Jakarta.

Dalam surat PTUN Jakarta Nomor W2.TUN1.287/HK.06/I/2019 itu, Ujang juga menuturkan isi putusan yang dimenangkan penggugat, Oesman Sapta. “Menyatakan batal keputusan KPU Nomor: 1130/PL.01.4-Kpt/06/KPU/IX/2018 tentang Penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) Perseorangan Peserta Pemilu Anggota DPD Tahun 2019 tanggal 20 Sepetember 2018. Memerintahkan tergugat (KPU) mencabut Keputusan tersebut, dan menerbitkan keputusan tentang penetapan DCT yang mencantumkan Oesman Sapta sebagai calon tetap peserta Pemilu anggota DPD Tahun 2019,” urai dia.
(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.