Muba ramadhan
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Catat, Kemendikbud Sebut KIP Kuliah Merdeka Hanya untuk Penerima Baru

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbu Abdul Kahar menyatakan bahwa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka hanya diperuntukkan bagi penerima baru program ini.

“Skema baru KIP Kuliah ini atau KIP Kuliah Merdeka hanya diperuntukkan untuk penerima baru yang akan masuk tahun ini dan tidak berlaku surut. Jadi tidak berlaku bagi penerima sebelumnya baik itu biaya hidup atau biaya pendidikan,” terang Abdul Kahar, Selasa (30/3/2021).

Biaya pendidikan ini, akan ditransfer langsung ke perguruan tinggi masing-masing. Sementara, biaya hidup bagi siswa baru akan ditransfer ke nomor rekening masing-masing mahasiswa.

“Untuk biaya pendidikan ditransfer langsung ke perguruan tingginya masing-masing dan bukan ke mahasiswanya. Ini untuk menjamin kelangsungan kuliah penerima. Untuk biaya hidup baru ditransfer ke nomor rekening masing-masing mahasiswa,” katanya.

Ia pun meminta calon mahasiswa tetap semangat dalam menggapai mimpinya melanjutkan pendidikan. Ia juga menambahkan, KIP Kuliah Merdeka berlaku tidak hanya bagi mahasiswa yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tetapi juga di Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

“Jangan patah semangat, jika tidak lulus SNMPTN masih ada SBMPTN dan juga masih ada seleksi mandiri. Kalau tidak lulus juga di PTN, masih bisa di PTS,” ujarnya.

Sebab, Kemendikbud mengalokasikan kuota 60 persen untuk PTN dan 40 persen untuk PTS dan adapun biaya pendidikan akan disesuaikan dengan prodi masing-masing.

Untuk prodi berakreditasi A, mahasiswa penerima KIP Kuliah Merdeka ini akan bisa mendapatkan maksimal Rp12 juta. Kemudian, prodi berakreditasi B bisa mendapatkan maksimal Rp4 juta. Sementara itu, prodi berakreditasi C bisa mendapatkan maksimal Rp2,4 juta.

Kemudian, biaya hidup bagi penerima KIP Kuliah Tahun 2021 disesuaikan dengan indeks harga daerah. Besaran biaya hidup yang diterima mahasiswa pemegang KIP Kuliah Merdeka ini dibagi ke dalam lima klaster daerah.

Klaster pertama sebesar Rp800.000, klaster kedua sebesar Rp950.000, klaster ketiga sebesar Rp1.100.000 juta. Sedangkan untuk klaster keempat sebesar Rp1.250.000, dan klaster kelima sebesar Rp1.400.000 juta.

(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.