Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

Catat, Ini Ancaman Bangkrut, Krisis Dan Menumpuknya Utang Barcelona

JAKARTA, koranindonesia.id – Barcelona dihadapkan pada ancaman kebangkrutan usai utang yang menumpuk dan sebagian besar sudah jatuh tempo. Total utang Blaugrana mencapai 1,173 juta euro atau setara Rp20 triliun.

Dilansir dari Football-Espana berdasarkan laporan El Mundo, setidaknya 730 juta euro sudah jatuh tempo. Sementara 266 juta euro lainnya harus dibayar pada 30 Juni mendatang.

Pendapatan Barcelona sendiri sejak musim 2018/2019 terus mengalami penurunan. Di musim itu, Barcelona mendapat pemasukan 990 juta euro, namun di musim 2019/2020 menurun 14 persen menjadi 855 juta euro, sementara pengeluarannya lebih besar, yakni 955 juta euro.

Adapun berdasarkan laporan La Vanguardia minggu lalu yang menguraikan bagaimana raksasa Catalan harus membayar utang 420 juta euro tahun ini atau mereka berada di ambang kebangkrutan.

Ketidakseimbangan neraca keuangan ini membuat utang Barcelona terus menumpuk. Tak cuma utang ke bank, mereka juga berutang kepada 19 klub lain terkait pembelian pemain.

Total utang pembelian pemain mencapai 126,22 juta euro. Sementara beberapa pemain yang dibeli ini tak terpakai dan justru dijual atau dipinjamkan lagi ke klub lain.

Utang Barcelona terkait pembelian pemain paling besar untuk merekrut Philippe Coutinho dari Liverpool. Mereka masih punya utang 29,25 juta euro kepada The Reds.

Selain itu, Barcelona juga masih berutang di antaranya kepada Ajax Amsterdam sebesar 16,01 juta euro dalam pembelian Frenkie De Jong, 6,5 juta euro ke Valencia untuk Neto, 9,89 juta euro kepada Bordeaux untuk Malcom, 5 juta euro ke Atletico Madrid untuk Antoine Griezmann, 4,81 juta euro ke Juventus untuk Miralem Pjanic, dan 7,99 juta euro ke Gremio untuk Arthur.

Lalu 3,75 juta euro ke Juventus untuk Matheus Pereira, 9 juta euro ke Real Betis untuk Junior Firpo, 950 ribu euro ke Bayern Munchen untuk Arturo Vidal, 9,63 juta euro ke Braga untuk Fransico Trincao, 1,25 juta euro ke Las Palmas untuk Pedri Gonzalez, 241 ribu euro ke Villarreal untuk Deniz Suarez, 250 ribu euro ke Real Valladolid untuk Jose Arnaiz.

Manajemen Barcelona sebetulnya telah berusaha mencari jalan keluar. Di masa kepemimpinan Josep Maria Bartomeu, Barcelona telah memangkas gaji skuad tim utama dan berhasil mendapatkan 80 juta euro.

Presiden klub sementara Carlos Tusquets dalam wawancara kepada stasiun radio Catalan RAC1 yang dimuat secara lengkap oleh Marca, mengklaim bahwa klub tidak dapat membayar pemain untuk gaji bulan Januari. Hal itu sudah disepakati sebelumnya oleh klub dan pemain.

(MT) 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.