Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba Bayar Pajak

Catat, Bukan Hanya Jakarta. Sampai April Nanti 15 Provinsi Terancam Banjir

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Musim hujan harus diwaspadai lantaran masih berlangsung hingga saat ini di wilayah Indonesia. Dampak dari musim hujan yang sangat terasa seperti bencana longsor hingga banjir membuat tingkat kewaspadaan warga harus ditingkatkan.

Bahkan pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa terdapat 15 Provinsi di Indonesia yang berstatus waspada banjir.

BMKG memperingatkan bahwa hujan lebat yang terjadi pada Sabtu 20 Februari 2021 juga diprediksi berlanjut hingga Minggu 21 Februari 2021.

Dari 15 Provinsi di Indonesia yang berstatus waspada banjir tersebut, salah satunya adalah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kalimantan Selatan menjadi salah satu daerah yang berstatus waspada akan dampak banjir atau bahkan banjir bandang ini,” kata Staf Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin Rizqi Nur Fitriani, Minggu (21/2/2021).

Selain Kalsel, 14 Provinsi lainnya yang berstatus waspada yaitu Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Papua Barat.

Rizqi menuturkan informasi prakiraan cuaca berbasis dampak akibat banjir itu atas dasar prakiraan hujan lebat yang telah dibuat BMKG.

Sementara Deputi Meteorologi BMKG Guswanto menyatakan puncak musim penghujan akan berlanjut hingga akhir Februari sampai awal Maret 2021. Artinya diprediksi masih bisa terjadi bencana banjir.

Untuk itu Guswanto mengimbau, masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Karena bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor seterusnya ini masih terjadi sampai April sampai selesainya musim hujan,” kata Guswanto, Sabtu (20/2/2021).

Guswanto juga meminta warga mempelajari potensi bencana alam apalagi banjir di lingkungan tempat tinggalnya.

“Saya menyarankan masyarakat lebih mengenali lingkungan dan potensi bencana di tempat tinggalnya, karena sesungguhnya mitigasi itu selain memahami cuaca kita juga harus memahami tempat tinggal kita terutama daya dukung dan daya dan daya tampungnya,” jelas Guswanto.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.