Banner sumsel

Cara Meyakinkan Orangtua Kalau Pacar Kamu Itu Siap Untuk Ke Jenjang Serius

PALEMBANG, Koranindonesia.id — Masalah dan tantangan pasti akan selalu ada dalam sebuah hubungan. Selain menyatakan cinta dan bilang putus, ada satu momen lagi yang berhasil membuat jantungmu berdegup kencang. Apalagi kalau bukan bertemu orangtua pacar untuk membicarakan untuk melanjutkan jenjang yang lebih serius, Menikah salah satu momen paling bersejarah di kehidupan setiap orang. Maka, penting untuk selektif dalam urusan siapa yang akan kamu nikahi. Tak hanya harus memenangkan hatimu, calon pendamping hidupmu pun masih harus mendapatkan persetujuan dari orang-orang terdekatmu ya, siapa lagi kalau bukan orangtua? Jadi bagaimana caranya memulai pembicaraan tentang ini dengan orangtua atau keluarga inti lainnya. Seperti dilansir dari laman hipwee.com sebagai berikut:
1. Lewat hal-hal sederhana, mulailah menunjukkan sikap dewasa di depan orangtua
Karena sudah bersama mereka sejak kecil, banyak orangtua yang tidak sadar bahwa buah hatinya sudah mulai beranjak dewasa. Di mata mereka, anak tetaplah anak-anak. Makanya, mereka sering kali ragu apakah anaknya ini sudah benar-benar bisa menanggung tanggung jawab besar atau masih anak manja yang dikenalnya selama ini. Apalagi kalau orangtuamu sering memergoki kamu dan pacarmu ribut karena persoalan-persoalan sepele. “Kalau urusan foto yang di-upload di Facebook aja sampai bikin cemburu dan cekcok, gimana nanti kalau mereka udah punya anak? Gimana nanti kalau harus ngelola uang sama-sama?”
Jadi, mulailah untuk menjaga sikap di depan mereka. Tunjukkan bahwa kamu sudah menjadi pribadi yang sabar dan dewasa. Tak usah membayangkan kamu harus melakukan hal besar yang membuat mereka terpesona, kamu juga bisa menunjukkannya lewat hal-hal sederhana. Jika ingin menunjukkan sisi seriusmu, cobalah peka terhadap permasalahan yang ada di keluargamu dengan menyempatkan mendengarkan curhat orangtuamu. Dengan membantu atau memberi saran, niscaya mereka akan mulai percaya bahwa kamu memang sudah dewasa bukan lagi anak kecil yang dulu mereka suapi makan dan timang-timang bergantian.
2. Libatkan dia dalam kegiatan penting keluarga. Inilah kesempatannya untuk membuktikan, dia memang calon menantu idaman.
Kalau Ayah-Ibumu tak kenal betul dengan pacarmu, mustahil mereka bisa percaya dialah jadi pasangan hidupmu. Perkenalkan dia pada orangtuamu. Bukan hanya memperkenalkan namanya, tapi tentu saja kepribadiannya. Buat dia dan orangtuamu berkegiatan bersama sehingga mereka bisa ngobrol dan saling mengenal satu sama lain. Misalnya, ketika di rumahmu ada hajatan, ajaklah pacarmu untuk bantu-bantu di rumah. Jangan terlalu sering menemaninya, biarkan dia bebas bergaul dengan anggota keluargamu yang lainnya. Syukur-syukur kalau mereka cepat akrab dan malah sudah saling melempar candaan di akhir acara.
3. Begitu juga sebaliknya: perkenalkanlah dirimu pada keluarga besarnya.
Tak hanya dia, kamu pun perlu beradaptasi dengan orangtua dan keluarganya. Jika kalian sudah sepakat akan segera melanjutkan hubungan ke tingkat yang lebih serius, mintalah padanya untuk melibatkanmu dalam kegiatan keluarganya. Cobalah mengenal kebiasaan keluarganya seperti cara mereka bercanda atau cara mereka bekerja sama. Oh iya, jangan lupa ketika kamu akan pergi ke acara keluarga pacarmu, pamitlah pada orangtuamu. Dengan begitu, orangtuamu tahu bahwa kamu juga sudah mulai diterima di keluarganya.
4. Tunjukkan bahwa kalian sudah bijak dalam urusan finansial. Orangtua yang sudah bekerja keras agar kamu berkecukupan, tak mungkin mau melepasmu hidup kekurangan.
Jika kamu ingin membina hubungan yang serius dengan pasangan, tentu kalian juga perlu memikirkan kondisi finansial kalian. Apakah kalian sudah benar-benar mampu untuk hidup bebas dari bantuan finansial orang tua? Bukannya bermaksud materialistis. Namanya juga orangtua, tentu mereka tak ingin melihat anaknya hidup susah. Istilahnya, mereka sudah berjuang keras supaya anaknya bisa tumbuh berkecukupan, masa iya tiba-tiba pamit untuk hidup kekurangan? Dengan begitu, kamu sudah mempersiapkan masa depanmu dengan baik.
5. Ceritakan pada orang tuamu bahwa teman-teman sebayamu sudah banyak yang menikah.
Manfaatkan musim kawinan dan undangan yang berdatangan dari teman-temanmu, baik teman kerja, kuliah, atau teman sekolahmu dulu. Inilah saat yang tepat buat kamu menyadarkan orangtuamu kalau memang sudah waktunya bagimu untuk menikah. Saat makan malam, ceritakan dengan santai bahwa akhir pekan besok kamu mendapat banyak undangan kawinan dari teman-teman sebayamu. Jangan lupa, katakan juga bahwa kamu akan pergi ke undangan itu bersama dengan pasanganmu.
6. Ajaklah mereka mengunjungi sepupu atau tetangga yang baru saja punya anak.
Mendengar kabar salah satu saudara baru saja melahirkan, tentu orang tuamu ikut girang. Temani beliau menengok cucu dari keponakannya itu. Lontarkan ledekan-ledekan kecil yang menyatakan bahwa kini mereka sudah sah dipanggil kakek/nenek. Kemudian, sembari tersenyum coba tanyakan pada orangtuamu, apakah kamu sudah pantas punya momongan?
7. Pelan-pelan, katakan pada orang tuamu bahwa kamu dan pasanganmu sudah siap untuk menempuh hidup baru.
Setelah memberi ‘sinyal’ yang cukup kuat seperti di atas tadi, mulailah berusaha dengan perlahan menyatakan pada orang tuamu secara langsung. Jangan katakan ini di waktu yang sembarang, kamu harus melontarkannya di momen yang tepat. Pahami mood orangtuamu hari itu, bila perlu ajak mereka makan malam di luar, atau untuk kesempatan yang istimewa ini, memasaklah untuk mereka. Mulailah obrolan pembuka yang ringan sehingga membuat kamu dan orangtuamu merasa santai. Lalu, mulailah bercerita bahwa kamu dan pasanganmu memiliki suatu rencana untuk masa depan.
8. Setelah mengutarakan niat seriusmu, saatnya kamu diam dan mendengarkan baik-baik semua nasihat orang tuamu.
Mendengar rencanamu yang amat serius itu, tentu orang tuamu akan banyak menasihatimu. Ini saatnya kamu untuk diam dan mendengarkan nasihatnya. Kalau selama ini apa yang mereka katakan selalu masuk kuping kiri, keluar kuping kanan, kini cobalah untuk menjadi pendengar yang baik. Mungkin ini wejangan terakhir sebelum kamu benar-benar memiliki keluarga sendiri. Bergembiralah, karena wejangan yang panjang itu bisa jadi bentuk orang tuamu menyatakan dukungannya untuk langkah besar yang akan kamu tempuh.
9. Jika semuanya sudah lancar dilaksanakan, segara lakukan persiapan: acara di mana orangtuamu dan orangtuanya bertemu dan berkenalan.
Lampu hijau baik dari orangtuamu maupun orangtuanya sudah diberikan, kini saatnya kamu dan pasanganmu mempertemukan mereka. Jangan kaget ya kalau ternyata merekalah yang kemudian lebih semangat merencanakan pesta pernikahan kalian. Semoga bermanfaat (nnn)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.