Banner sumsel

Cara Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga

PALEMBANG, koranindonesia.id – Rumah tangga merupakan satu keluarga yang tinggal bersama-sama, tapi pasti ada saatnya dimana rumah tangga pernah mengalami konflik atau permasalahan. Seperti sikap egois, masalah ekonomi dan lain-lain, setiap pasangan suami istri yang menghadapi konflik nantinya bisa menyelesaikan konflik tersebut secara baik-baik dan  bisa sebagai kunci untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga apabila dapat diselesaikan dengan baik. Terus, bagaimana cara menyelesaikan konflik agar tidak berujung pada perpecahan dan simak cara dan penjelasannya dibawah yang dilansir dari laman hellosehat.com

Pertama mana yang harus diutamakan antara seks, uang dan anak

Di dalam rumah tangga, ada dua pasang jiwa dan pikiran yang harus disatukan dalam suatu hubungan. Tak terkecuali, tradisi pola asuh sejak kecil dari kedua pihak yang mungkin sudah tertanam masing-masing dan akhirnya menjadi kepribadian kedua pasangan. Hal ini nyatanya sangat berpengaruh saat pasangan dihadapkan serta menyelesaikan masalah seperti yang telah dijelaskan di atas.

Contoh, perbedaan karakter dan pola asuh dari masing-masing keluarga pasangan akan bertentangan ketika mengurus anak. Misalnya, salah satu pasangan terbiasa diasuh dan dididik secara keras oleh orangtuanya, dan satu pasangan lagi terbiasa diajarkan hidup santai tanpa adanya banyak aturan. Nah, ketika mereka berdua disatukan dalam rumah tangga, pola asuh mana yang harus diterapkan ke anak mereka nantinya? Di sinilah perdebatan alot dan pertengkaran mungkin akan muncul terjadi.
Masalah keuangan bisa jadi lebih sensitif lagi bagi beberapa keluarga. Biasanya, masalah berkutat di antara siapa yang harus bekerja dan siapa yang rela/harus tinggal di rumah, siapa yang pendapatannya lebih tinggi, siapa yang mengurus keuangan rumah tangga, dan berapa yang harus disisihkan untuk keperluan harian. Seharusnya, sebelum melanjutkan ke dalam hubungan yang lebih serius, kedua pasangan harus fleksibel dan transparan mengenai kondisi keuangan masing-masing. Namun, tidak semuanya bisa “adem ayem” saja keuangannya saat berumah tangga. Ketika para pasangan dihadapkan masalah keuangan, mereka harus terbuka dan komunikatif dalam membicarakan perihal uang dalam rumah tangga. Misalnya ada salah satu masalah terjadi, contoh seperti keuangan suami/istri didera masalah, mau tidak mau pasti ada sebuah gejolak yang akan terjadi. Maka salah satu cara, istri/suami bisa beradaptasi dan menyesuaikan gaya hidup dalam menyeimbangkan masalah dan mencegah pertengkaran di dalamnya.

Kedua Bagaimana agar masalah rumah tangga ini bisa diselesaikan tanpa bertengkar?

Kunci untuk menghindari adanya pertengkaran atau mungkin perceraian dalam rumah tangga ini bisa Anda simak seperti di bawah ini:

  1. Menghindar bukanlah jalan keluar, kadang ketika bertengkar pasangan, rasanya ingin sekali menghindar agar tak jadi berdebat dan masalah semakin menumpuk. Namun sayang, itu bukanlah jalan keluar yang tepat untuk dilakukan. Semakin cepat Anda dan pasangan bertatap muka untuk berdiskusi dengan kepala dingin meluruskan masalah, akan semakin dekat Anda menuju titik terang. Ingat! Membicarakan uneg-uneg yang dirasakan bukan berarti Anda memicu masalah, ya. Sebagai contoh, Anda bisa memulai dengan kalimat “Sayang, kayaknya aku nggak setuju, deh,  kalau si Adik kamu manja seperti itu”. Atur juga intonasi nada yang akan keluarkan, bicarakan lembut tanpa melupakan kesan tegas diri Anda.
  2. Akui perbedaan pendapat, namun jangan lupa untuk menyelesaikannya secara baik-baik, perdebatan, perbedaan dan kesalahpahaman adalah bagian yang tak terpisahkan dari rumah tangga. Jika Anda sering bertengkar karena hal yang sama atau berdebat dengan cara yang tidak sehat, sebaiknya Anda melepaskan kebiasaan berkomunikasi yang lama agar hubungan Anda dan pasangan harmonis. Anda dan pasangan harus belajar untuk berdiskusi dengan cara yang lebih lembut dan menggunakan kata-kata yang membangun. Setiap orang bertanggung jawab terhadap respon yang ia berikan. Perhatikan reaksi Anda saat sedang berargumen, apakah Anda bertujuan untuk memberikan solusi atau membalas pasangan Anda?Ada beberapa hal yang tidak perlu diributkan, dan meminta maaflah saat Anda berbuat kesalahan.
  3. Setuju pada hasil keputusan setelah berdiskusi bersama, setelah masing-masing pihak mengeluarkan uneg-uneg, sekaranglah waktunya untuk bernegosiasi. Dalam negosiasi antar pasangan, hasilnya akan lebih memuaskan kalau keduanya sepakat untuk serangkaian hasil yang telah diputuskan.

Menghadapi konflik rumah tangga tentu bukan hal yang menyenangkan. Sebisa mungkin kita berusahalah untuk menyelesaikan masalah yang datang dengan bersikap dewasa. Semoga keluargamu selalu berbahagia, dan dengan informasi diatas dapat bermanfaat (nnn).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.