Banner sumsel

Cara Menghindari Buah Hati dari Penculikan Anak

PALEMBANG, koranindonesia.id – Isu-isu akhir ini sering menjadi sorotan berbagai media massa adalah kasus penculikan anak yang kian marak terjadi belakangan ini dan sekarang banyak media massa yang meliput beritanya sehingga tak heran bila kasus ini menyita banyak perhatian dan simpati publik. Dengan melihat banyaknya peristiwa ini, maka alangkah pentingnya untuk mengusahakan cara-cara yang dapat menghindarkan anak menjadi korban penculikan tersebut.

Berikut ini ada beberapa tips yang dapat dijadikan masukan untuk dapat menghindari terjadinya penculikan anak yang dilansir dari laman sahabatnestle.co.id:

  1. Jelaskan pada anak pentingnya sikap waspada terhadap orang lain terutama kepada orang yang belum dikenal karena ada kemungkinan mereka mempunyai niat buruk. Sikap waspada ini misalnya dapat diajarkan kepada anak dengan cara menolak diajak pergi atau menolak hadiah apapun dari orang lain bila belum mendapat ijin dari orangtua, tidak sembarangan mempersilahkan orang asing masuk ke dalam rumah, tidak bepergian keluar rumah sendiri tanpa ditemani orang dewasa yang bisa bertanggung jawab akan keselamatannya.
  2. Bila ingin mengajak anak pergi ke tempat ramai, ajari anak untuk tidak memisahkan diri dari orangtua atau pengasuh dan bekali anak dengan pengetahuan tentang lokasi petugas bagian informasi atau satpam, nama dan nomor telpon orangtua serta cara mudah menemukan kembali orangtua bila ia tersesat.
  3. Bekali anak dengan teknik dasar ketrampilan bela diri agar bisa melepaskan diri dengan segera dari sekapan penculik. Beri simulasi penculikan agar anak bisa mengetahui tindakan apa yang harus dilakukannya bila ada orang yang berusaha dengan paksa mau menculiknya. Misalnya dengan berteriak minta tolong, segera lari ke satpam atau berusaha menarik perhatian orang sekitarnya.
  4. Orangtua perlu bekerjasama dengan pihak sekolah untuk bersama-sama mencegah terjadinya penculikan. Misalnya dengan menciptakan sistem dimana pihak sekolah hanya memperbolehkan anak meninggalkan sekolah bila sudah dijemput oleh orang yang identitasnya sesuai dengan yang diberikan oleh orangtua atau anak sudah dijemput oleh mobil jemputan sekolahnya.
  5. Orangtua harus memilih secara cermat orang-orang yang dipekerjakan dirumah, terutama pengasuh dan supir. Misalnya dengan melakukan pengecekan terhadap identitas dan kredibilitas mereka kepada penyalur tempat kita mengambil mereka atau kepada majikan tempat mereka bekerja sebelumnya. Jangan sembarangan menyuruh orang lain yang belum dipercaya untuk menjemput anak di sekolah. Usahakan orangtua dapat mengantar jemput sendiri bila tidak ada orang lain yang dapat dipercaya.
  6. Orangtua perlu menceritakan pada anak, bila ada ada orang-orang yang dicurigai memiliki potensi balas dendam, pernah konflik atau bersaing bisnis dengan orangtua agar anak bisa berhati-hati atau menjauh bila bertemu dengan orang tersebut.
  7. Biasakan anak untuk tidak sembarangan memberikan informasi mengenai keluarga, seperti kebiasaan-kebiasaan atau jadwal orangtua, nomor telfon dan alamat rumah kepada orang asing yang bertanya kepadanya baik secara langsung atau melalui telfon. Karena informasi-informasi ini dikhawatirkan akan disalahgunakan untuk niat jahat seseorang.
  8. Sesibuk apapun orangtua, usahakan untuk tetap melakukan pengawasan dan komunikasi dengan anak. Misalnya dengan menelpon anak atau menyediakan waktu untuk mendengar cerita anak mengenai kejadian-kejadian yang dialaminya sepanjang hari itu. Hal ini diperlukan agar orangtua bisa mengantisipasi kemungkinan ada orang yang berniat jahat pada anak.

Nah, itulah cara agar anak terhindar dari upaya penculikan. Selalu jaga Si Kecil dalam jangkauan Bunda ya dan ajari ia cara-cara melindungi dirinya sendiri. Semoga bermanfaat (nnn)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.