Banner Pemprov 2020
kopri

Cara Mencuci Jaket Riding Yang Benar, Bagaimanakah?

JAKARTA, koranindonesia.id – Kebersihan jaket riding perlu dijaga, tapi bagaimana cara mencuci jaket riding yang benar?

Umumnya pengguna motor akan mencuci jaketnya jika kondisinya sudah kotor dan tak nyaman digunakan.

Namun, menurut Irfan Arifahni, selaku pemilik brand apparel A1AM Gear dan X-Road.

Cara dalam mencuci jaket riding tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

“Jaket riding berbahan Polyester, Cordura dan Nylon memang tidak boleh dicuci dengan mesin cuci atau di laundry. Karena akan membuat bahan jaket cepat rapuh,” ujar Irfan saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Irfan mengatakan, cara mencuci jaket riding yang benar adalah dengan cara manual alias tanpa mesin cuci.

“Sebaiknya jaket direndam dulu, lalu dikucek-kucek dengan tangan sampai bersih, tapi bisa juga menggunakan sikat asalkan yang bulunya halus. Sepanjutnya bilas dengan air bersih, lalu keringkan, “jelas Irfan.

Ia menyebut, jaket riding tidak boleh direndam dengan sembarang produk pembersih.

“Jaket riding tidak boleh direndam pakai detergen atau pemutih ya, haram hukumnya. Karena akan membuat bahan jaket juga cepat rusak. Jadi pakai sabun mandi cair atau sampo sudah cukup,” ungkap Irfan.

Pria yang dulu berprofesi sebagai Dokter Umum ini juga menyebut, cara mengeringkan jaket riding setelah dibilas juga harus diperhatikan pemiliknya.

“Untuk proses pengeringan jaket, sebaiknya jangan di bawah terik matahari langsung. Hal ini akan membuat bahan jaket jadi rapuh dan merusak warna jaket jadi cepat pudar,” terang Irfan.

Tapi saat musim hujan, menurut Irfan, pengeringan jaket riding bisa memanfaatkan hembusan angin di dalam ruangan.

“Untuk mengeringkan jaket, kadang saya taruh dekat kipas biar terkena angin. Yang penting tidak kena sinar matahari langsung,” ucapnya.

Ia menambahkan, para bikers tidak perlu terlalu sering mencuci jaket riding kesayangannya.

“Untuk waktu mencuci jaket riding yang benar itu minimal setiap 3 hari hingga 7 hari sekali untuk pemakaian harian seperti di Jakarta,” tutup Irfan.

(MT) 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.