Banner sumsel

Cara Mencegah Pelecehan Seksual pada Anak

PALEMBANG, Koranindonesia.id — Karakter lemah dan tidak berdaya sangat kental melekat pada diri perempuan apalagi pada anak-anak. Hal ini yang kemudian membuat mereka sering kali dianggap sebelah mata, sehingga pihak-pihak tidak bertanggung jawab merasa dapat berbuat apa pun kepada mereka dengan tujuan yang merugikan. Salah satunya adalah kasus yang marak terjadi, yaitu pelecehan seksual. Hal ini kerap kali dialami perempuan di tempat-tempat umum atau kendaraan umum. Kejadian ini tentu saja tidak dapat dibiarkan terus menerus, karena bagaimanapun juga, hak untuk memperoleh rasa aman dan dihargai pantas diterima oleh kaum hawa. Sedangkan pelecehan seksual pada anak yaitu segala tindakan seksual terhadap anak termasuk menunjukkan alat kelamin ke anak, menunjukkan gambar atau video porno, memanfaatkan anak untuk hal berbau porno, memegang alat kelamin, menyuruh anak memegang alat kelamin orang dewasa, kontak mulut ke alat kelamin atau penetrasi vagina atau anus anak – baik dengan cara membujuk maupun memaksa. Pelecehan seksual bisa menimpa siapa saja, baik terhadap anak lelaki ataupun anak perempuan. Seperti dilansir dari laman doktersehat.com sebagai berikut:

1. Ajarkan kepada anak tentang bagian tubuh yang pribadi

Sejak usia balita, anak-anak sudah mengetahui nama sebenarnya dari semua anggota tubuh yang umum. Namun, hal tersebut tidaklah cukup untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual anak. Anda harus mengajarinya tentang bagian-bagian tubuh yang bersifat pribadi. Ajarkanlah kepada anak-anak bahwa bagian tubuh pribadi yang utama yaitu vagina atau penis dan bokong.

2. Beritahu tentang batasan terkait bagian tubuh pribadi

Setelah anak-anak mengetahui bagian tubuh pribadinya, selanjutnya adalah memberitahu kepada mereka bahwa bagian tubuh pribadi itu tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain. Dan jelaskan pula bahwa mereka juga tidak boleh melihat dan menyentuh bagian tubuh pribadi orang lain. Penting juga untuk menjelaskan kepada anak-anak kalau ayah-ibu dan dokter diperbolehkan untuk melihat dan menyentuh bagian tubuh pribadi mereka sebatas tujuan perawatan harian dan alasan medis. Pelecehan seksual anak bisa segera disadari oleh anak-anak bila ada orang lain yang menyentuh bagian pribadi ini.

3. Ajarkan anak untuk terbuka kepada Anda

Didiklah anak untuk bersikap terbuka kepada Anda. Tanyakanlah kepada anak tentang hari-hari mereka di saat Anda tidak bersamanya. Buat mereka merasa nyaman untuk membicarakan topik apa pun. Selalu berikan respon yang positif dan ramah bagi anak saat mereka sedang berbicara kepada Anda. Hal ini akan memudahkan bagi anak-anak saat mereka baru saja mengalami kekerasan seksual dan Anda bisa segera mengambil tindakan.

4. Ketahuilah informasi terkait aktivitas anak

Anda perlu mengetahui beberapa hal penting terkait aktivitas anak tanpa Anda. Ketahuilah tempat-tempat anak beraktivitas, teman-teman mereka, guru mereka, dan orang dewasa di sekitar mereka. Kenalilah sedikit lebih dalam dari lokasi dan orang-orang terkait aktivitas anak untuk mencegah peluang terjadinya pelecehan seksual anak.

5. Ajarkan mereka waspada sekalipun dengan orang terdekat

Tanamkan pada diri anak untuk selalu waspada akan bagian tubuh pribadi mereka sekalipun dengan orang terdekat mereka. Orang-orang terdekat selain ayah-ibu tidak boleh melihat dan menyentuh bagian tubuh tersebut. Bangunlah sikap waspada mereka terhadap orang terdekat berjenis kelamin laki-laki. Katakan kepada mereka untuk segera melaporkan kepada Anda apabila ada orang terdekat yang melihat dan menyentuh bagian tubuh pribadi tersebut.

6. Ajarkan anak Anda tentang tindakan apabila ada yang ingin melakukan kekerasan seksual

Beritahulah anak Anda tentang tindakan yang harus diambil apabila ada yang ingin melihat atau menyentuh bagian tubuh mereka. Hal ini sangat penting untuk diketahui anak-anak yang sangat bermanfaat apabila ternyata mereka menghadapi tindakan pelecehan seksual. Ajarkan anak untuk mengatakan “Tidak” kepada siapa pun apabila ada yang ingin melihat dan menyentuh bagian tubuh mereka yang bersifat pribadi itu. Berteriak dan meminta bantuan kepada orang lain harus bisa mereka lakukan untuk segera menghindari tindakan pelecehan seksual anak.

7. Percayalah apa yang anak Anda katakan

Terdapat beberapa kasus orang tua yang tidak mempercayai laporan anaknya bahwa ia telah mendapatkan tindakan kekerasan seksual. Hal ini dikarenakan orang tua lebih percaya bahwa orang yang dilaporkan anak telah melakukan tindakan pelecehan seksual kepadanya adalah orang yang baik dan tidak mungkin melakukannya.

Itulah beberapa cara mecegah pelecehan seksual pada anak. Dan yang paling penting, orang tua adalah tokoh utama yang berperan besar dalam tindakan pencegah kejahatan seksual pada anak. Semoga bermanfaat (nnn)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.