Banner sumsel

Calon Kadet AAL Asal Sumsel Banyak Terkendala Tensi Darah yang Tinggi

PALEMBANG, koranindonesia.id – Mempromosikan Akademi Angkatan Laut (AAL) di Sumatra Selatan (Sumsel), TNI Angkatan Laut (AL) menggelar kirab yang mengambil start dari Kantor Gubernur Sumsel dan finish di Benteng Kuto Besak (BKB).

Kirab ini sendiri dilepas langsung oleh Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar, Selasa (27/11/2018) siang.

Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Dwi Prasetyo Rahendro Nugroho mengatakan, kirab ini sendiri diikuti oleh taruna tingkat 4 AAL Angkatan 64. Menurutnya, kegiatan ini tak ubahnya seperti latihan sesuai core seperti marinir saat melakukan pendaratan Amphibi di Lampung pada November lalu misalnya, dan lainnya sebagainya sesuai fungsi dan tugas di kapal.

“Di Palembang sekaligus promosi di Disdik, dan hari ini kirab ini kami gelar dengan tujuan, agar para pelajar. Khususnya pelajar SMA yang berada di tahun terakhir berminat,” kata Danlanal.

Menurut Danlanal, kadet AAL tingkat 4 angkatan 64 ini, terdiri atas 122 orang, yakni 108 taruna dan 14 taruni. Dari angkatan ini ada juga yang berasal dari Sumsel yakni Eddy Tamzil dan Tutur Amalia. Rencananya, mereka akan wisuda pada Juli 2019 mendatang.

Diakuinya, peminat AAL di Sumsel ini pada dasarnya cukup banyak. Namun memang, para calon kadet AAL asal Sumsel ini, banyak terkendala pada kesehatan, dimana calon taruna taruni asal Sumsel, cenderung memiliki tensi darah yang cukup tinggi mencapai 140 sehingga banyak yang gugur, dan hanya satu atau dua calon saja yang lulus. “Tahun lalu saja tidak ada yang lulus, ” ungkap dia.

Selain dari taruna AAL, lanjut dia, kirab juga diikuti taruna kepolisian daerah , sekolah maritim Bina Bahari Palembang, SMK pelayaran Pangali Nusantara, marching band Garuda binaan Kodim 0418/Palembang.

Dikatakannya, para kadet AAL ini datang ke Palembang mengunakan KRI Halim Perdanakusuma dan KRI Teluk Banten “Kapal ini sandar di Pelabuhan Boom Baru, dan besok mereka akan bertolak,” tandasnya.

(FOTO/HUMAS PEMPROV)

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Nasrun Umar, yang mewakili Gubernur Sumsel mengatakan, jumlah pemuda yang berusia diantara 15-35 tahun lebih kurang sebanyak 79,8 juta jiwa di Indonesia. Jumlah pemuda yang relatif besar ini bisa menjadi penopang utama bagi tersedianya SDM manusia sebagai modal dasar pembangunan.

Pemuda dengan tingkat  produktivitas yang memadai menurutnya, akan dapat menjadi penggerak utama dalam pembangunan. Namun sebaliknya, pemuda  dengan segala bentuk aktivitas yang destruktif, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan tindak kriminal lainnya, dapat menyebabkan disharmonisasi sosial dan menjadi beban pembangunan.

“Upaya untuk menjauhkan pemuda dari aktivitas destruktif tersebut, bisa dilakukan dengan melakukan berbagai kegiatan yang positif, juga sekaligus bisa meningkatkan kemampuan teknis atau ketrampilan serta memberikan wawasan yang luas. Sehingga, para pemuda tidak memiliki pemikiran yang sempit dan melakukan tindakan kriminal destruktif yang kurang terpuji,” jelasnya.

Upaya nyata tersebut telah dilakukan oleh peserta Kirab Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) tk IV Angkatan ke 64 sebagai bukti nyata kecintaan kepada Negara Kesatuan RI (NKRI). Kegiatan ini merupakan langkah maju tentang langkah gerakan Kirab Taruna AAL yabg ditunjuk Provinsi Sumsel sebagai tempat kegiatan tersebut. “Atas nama pribadi dan Pemprov Sumsel, saya menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh peserta Kirab Taruna AAL ini,” pungkasnya.

(ded/rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.