Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Cal Crutchlow, Biayanya Mahal Jika Sepeda Motor MotoGP Kecelakaan

JAKARTA, koranindonesia.id – Kepala mekanik pembalap LCR Honda Cal Crutchlow, Christophe Bourguignon, mengungkap biaya mahal yang harus dikeluarkan tim jika sepeda motor MotoGP mengalami kecelakaan.

Bourguignon mengatakan MotoGP tidak semahal ajang Formula One (F1) terkait biaya sepeda motor. Namun setiap kecelakaan yang dialami pembalap, sebuah tim MotoGP harus merogoh kocek cukup dalam.

Setiap kecelakaan sebuah tim MotoGP harus mengeluarkan dana antara 15.000 euro hingga 100.000 euro atau setara Rp239 juta hingga Rp1,6 miliar untuk memperbaiki sepeda.

“Satu kecelakaan MotoGP bisa menghabiskan biaya 15.000 euro hingga 100.000 euro. Di olahraga ini tidak ada satu kecelakaan berharga 2.000 euro. Kami berharap sepeda motor hanya perlu mengganti sejumlah perangkat, tapi kecelakaan hebat bisa menimbulkan masalah besar,” ucap Bourguignon dikutip dari as.com

Bourguignon kemudian mengungkap secara detail sejumlah harga yang harus dikeluarkan tim MotoGP jika ada kerusakan dengan rem atau pelek ban.

“Sepeda motor MotoGP berat dan cepat, jadi tidak ada yang namanya kecelakaan ringan. Sepasang cakram rem akan menghabiskan 10.000 euro, dan setiap kecelakaan di gravel bisa merusak cakram rem. Tapi, kita tidak bisa membiarkan pembalap yang menunggangi sepeda motor 300 kilometer per jam dengan rem yang tidak bisa diandalkan,” ucap Bourguignon.

“Sepasang pelek ban menghabiskan 4.000 euro. Karena ban Michelin sangat tipis, kami sering mengganti pelek, meski belum terlalu buruk kualitasnya. Selain itu tidak ada satu perangkat elektronik yang harganya di bawah 1.000 euro,” sambung Bourguignon.

Terakhir Bourguignon mengungkap biaya yang harus dikeluarkan LCR untuk menyewa sepeda motor RC213V dari Honda Racing Corporation (HRC).

“Kami menyewa dua sepeda motor untuk Crutchlow dengan harga 2 juta euro per tahun dan itu termasuk biaya pengembangan dan gaji mekanik HRC yang mengikuti kami sepanjang musim. Jumlah itu terlihat besar, tapi ada banyak orang yang terlibat,” ujar Bourguignon. (MT)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.