Call Center
Banner Muba 23 – 31 Juli 2021

Cabuli Bocah Perempuan Berusia 9 Tahun, Andika Dibekuk Polisi

 

PALEMBANG, koranindonesia.id – Andika (21) warga Jalan KH Azhari, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I Palembang harus berurusan dengan aparat kepolisian polres setempat.

Pasalnya, dia nekat melakukan aksi pencabulan terhadap bocah perempuan berinisial M (9) di dekat toilet umum yang berada tidak jauh dari kediamannya, Senin (13/12/2021) sekitar pukul 17.00.

Tersangka ditangkap anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Palembang di kediamanya, beberapa waktu yang lalu.

Informasi dihimpun, ditangkapnya pelaku bermula dari laporan ibu kandung korban berinisial E yang masuk di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.

Dimana ketika itu, korban sedang bermain layang-layang bersama teman-temannya. Di saat temannya yang lain mengejar layangan yang putus, Andika langsung mendekati serta menggendong M.

Saat itulah, tersangka melancarkan aksi dengan menggosok kemaluan korban. Seketika M menjerit minta tolong dan langsung diturunkan oleh Andika. Lalu, korban pun pulang ke rumah menceritakan kejadian yang dialaminya.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib didampingi Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit PPA, Iptu Hj Fifin Sumailan membenarkan sudah menangkap pelaku dalam perkara pencabulan terhadap anak.

“Penangkapan berawal adanya laporan dari korban atau ibu korban ke Polrestabes Palembang, lalu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan akhirnya ditangkap di rumah,” katanya saat pers rilis di Polrestabes Palembang, Senin (10/1//2022) pagi.

Lanjutnya, selain mengamankan tersangka juga mengamankan barang bukti (BB) dan Ver. Berupa 1 pakaian jenis kaos anak warna merah, 1 celana anak warna abu – abu.

“Atas perbuatannya tersangka akan dijerat Pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat 1 UU No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara diatas 5 tahun,” kata dia.

Sementara, tersangka sendiri saat ditemui mengakui perbuatannya. “Iya kak, saya cuman pakai jari menggesek saja,” katanya seraya tertunduk malu. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.