Banner sumsel

Butuh Waktu 6 Jam Lebih dari Ibukota Kecamatan, untuk Distribusikan Logistik ke TPS Ini

BATURAJA, koranindonesia.id – Di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ada salah satu desa yang cukup jauh untuk  di akses dari ibukota kecamatan, khususnya untuk pendistribusian logistik Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Sumatra Selatan (Sumsel) 2018.

Dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah, untuk memastikan pelaksanaan Pilgub Sumsel 2018 di wilayah tersebut terlaksana tepat waktu. Salah satunya di wilayah Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Ada dua TPS yang dinilai jauh dari jangkaun. Membutuhkan waktu lebih dari enam jam untuk sampai ke dua lokasi tersebut. Yakni TPS 3 di Talang Sindo Makmur dan TPS 4 di Talang Beringin. Kedua TPS itu terletak di wilayah Desa Mendingin Kecamatan Ulu Ogan.

Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Panwascam Ulu Ogan, Darul Kutni menjelaskan, masing-masing TPS tersebut jumlah suara cukup banyak. Ada yang mencapai 160 pemilih, ada pula yang 200 pemilih.

Untuk mengantarkan logistik ke dua TPS tersebut bukan hal mudah. Medannya naik turun bukit, masuk hutan dan perkebunan masyarakat. Belum lagi kondisi jalan berlumpur, terlebih di saat musim hujan. Tidak bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat. Hanya kendaraan roda dua khusus, yang mampu menembus jalan tersebut. Bahkan harus berkubang dengan lumpur.

“Bahkan jika situasi hujan begini bisa membutuhkan waktu lebih dari 6 jam. Tadi PPK, dan pihak Panwaslu serta pihak kepolisian berangkat sejak subuh. Kotak logistik diangkat menggunakan sepeda motor dan dibungkus dengan plastik agar tidak kehujanan. Memang saat berangkat tidak hujan, tapi kami antisipasi hal yang tak diinginkan,” jelasnya, Selasa (26/6/2018).

Disinggung mengenai keamanan, kata Darul lokasi tersebut cukup aman. Namun, yang dianggap rawan karena jarak yang jauh serta akses jalan yang sulit dilintasi.

Para petugas yang mengantarkan logistik ke dua TPS tadi, imbuhnya, juga membawa bekal makanan dan minuman. Hal ini dikarenakan perjalanan jauh dan tidak ada pedagang di dalam hutan. “Kalau tidak bawa bekal mau makan dan minum apa? Dua TPS ini menjadi perhatian kami,” tandasnya.(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.