Call Center
Banner Muba 23 – 31 Juli 2021

Buron 5 Tahun, Pelaku Pembunuhan Diciduk di Rumah Istri Muda

 

Ogan Ilir, koranindonesia.id – Firdaus (54), pelaku pembunuhan yang buron sejak lima tahun lalu berhasil diringkus Tim Crocodile Polsek Pemulutan, Ogan Ilir.

Tersangka ditangkap di rumah istri mudanya di kawasan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Kamis (13/1/2022) malam.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy melalui Kapolsek Pemulutan Iptu Iklil Alanuari didampingi Kanit Reskrim Ipda Zulkarnain membenarkan pihaknya mengamankan satu pelaku pembunuhan.

Dimana, lanjut dia, peristiwa pembunuhan itu terjadi Desa Ibul Besar I, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, 24 Desember 2016. Korbanya yakni Sarwin berusia 35 tahun.

“Berawal saat tersangka dan korban sedang nongkrong bersama di sebuah warung di pinggir jalan lintas Palembang-Indralaya. Diduga selisih paham terjadilah cekcok mulut,” katanya, Jum’at (14/1/2021) siang.

Pertikaian pun berlanjut hingga ke luar warung dan tersangka mengeluarkan pisau yang diselipkan di pinggangnya. Tersangka lalu menusuk korban hingga terkapar di tanah.

“Korban mengalami satu luka tusukan di bagian perut sebelah kiri. Saat dibawa ke rumah sakit untuk diberi pertolongan, korban menghembuskan nafas terakhir,” terang Iklil.

Usai peristiwa tersebut, tersangka melarikan diri dan masuk daftar pencarian orang atau DPO oleh Polsek Pemulutan.

Polisi yang sejak peristiwa tersebut memburu tersangka, mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan sedang berada di wilayah Mariana, Banyuasin.

Tim Crocodile Polsek Pemulutan dipimpin Kanit Reskrim Ipda Zulkarnain lalu bertolak menuju lokasi yang dimaksud. “Saat mengamankan tersangka semalam pukul 22.30, kami juga di-back up Polsek Mariana,” ujar Iklil.

Ketika diamankan, tersangka Firdaus kaget dengan kedatangan petugas dan dia pun tak membantah perbuatannya. “Tersangka diamankan di rumah istri mudanya di Desa Pematang Palas, Kecamatan Mariana,” ungkap Iklil.

Tersangka lalu digelandang ke Polsek Pemulutan beserta barang bukti sebilah pisau yang digunakan untuk membunuh korban.

Adapun barang bukti lainnya berupa hasil visum di tubuh korban, sebelumnya sudah dikantongi polisi. “Tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tegas Iklil. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.