Bupati Musi Rawas Ajak Masyarakat Cintai Al Quran

MUSIRAWAS, koranindonesia.id-Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan mengajak seluruh umat muslim di Kabupaten Musi Rawas untuk mencintai dan menjadikan Al Quran sebagai petunjuk dan pedoman dalam kehidupan yang penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Hal itu diungkapkan Bupati, Minggu (03/06/2018) pada peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadhan 1438 H /2018 M, di Masjid Agung Darussalam Muara Beliti.

Bupati menerangkan melalui peringatan Nuzulul Quran yang diperingati setiap 17 Ramadhan ini diharapkan dapat menyatukan hati dan langkah menuju Musi Rawas Sempurna yang cinta Al Quran dan Musi Rawas Bersadaqoh serta meyempurnakan pondasi Musi Rawas Darussalam yang telah digelorakan lebih dari lima tahun lalu.

Sebelumnya Bupati Musi Rawas melantik pengurus Masjid Darussalam periode 2018-2021. Didaulat menjadi Ketua H Herman Jaya dan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan hibah kepada lembaga/Ormas keagamaan yang terdiri bantuan untuk MUI, DMI, masjid, Pondok Pesantren, NU, Muhammadiyah, GPAnsor, Forpes, Pemuda Muhamadiyah, BKPRMI dan lainnya.

Hadir dalam acara itu Wabup Mura, Hj Suwarti, Ketua TP PKK Mura, dr Hj Noviar Marlina Gunawan, Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantorro,  Dandim 0406 MLM, Letkol Inf Letkol Kav Dodi Syamsurizal, S.H, Kepala Kejari Lubuklinggau, Zairida, SH, M.Hum, unsur FKPD dan pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Mura serta santri pondok pesantren di Kabupaten Musi Rawas.

Sementara itu, penceramah, Ust. Febri Eraz Chaniago dalam ulasannya menjelaskan makna dan hakikat Nuzulul Quran dan proses turunnya Al Quran serta bagaimana mengaplikasikanya dalam kehidupan.

Nuzulul quran merupakan peristiwa diturunkannya al-Quran kepada Nabi agung Muhammad SAW. Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Quran. Turunnya al-Quran dari Allah SWT kepada Rasullullah SAW diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan.

Dikatakan Ust. Fabri al-Quran diturunkan secara keseluruhan dari sisi Allah melalui malaikat Jibril secara berangsur-angsur diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW hingga kita warisi saat ini adalah petunjuk agar kita tidak menjadi kufur.

Al-Quran menjelaskan ketentuan-ketentuan yang mengarahkan manusia kepada sesuatu yang hakiki.  Di samping itu al-Quran juga membedakan antara sesuatu yang hakiki dengan yang bathil.

Sebelum menerima wahyu, Nabi Muhammad adalah pribadi yang terjaga dari keburukan hingga akhirnya menyepi di Goa Hira untuk menerima wahyu melalui Malaikat Jibril. Sejak itu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam kurun waktu dua puluh tiga tahun. Setiap ayat mempunyai konteks dan peristiwa. Proses panjang ini menjadikan al-Quran sebagai daya argumentasi hingga keimanan umat Islam terus meningkat kualitasnya.(san)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.