Banner sumsel

Bupati – DPRD Muaraenim Dukung Larangan Angkutan Batubara di Jalan Umum

MUARAENIM, koranindonesia.id – Dukungan terhadap pencabutan Pergub 23 tahun 2012 tentang pelarangan angkutan batubara di jalan umum oleh Gubernur Sumsel Herman Deru terus menuai dukungan.

Terbaru, dukungan datang dari masyarakat dan segenap anggota DPRD Kabupaten Muaraenim. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Muaraenim Jonidi, saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Muaraenim dalam rangka peringatan hari jadi Kabupaten Muaraenim ke-72, di Gedung DPRD Kabupaten Muaraenim, Kamis (22/11/2018).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muaraenim Jonidi mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Gubernur Sumsel Herman Deru, yang telah mencabut Pergub Sumsel No 23/ 2012 tentang Transportasi Angkutan Batubara mulai 8 November 2018, lalu.

Dengan kebijakan tersebut, seluruh angkutan batubara di Kabupaten Lahat dan Muaraenim diimbau mengalihkan, seluruh armada angkutan batubara yang menggunakan jalan umum ke angkutan kereta api atau jalan khusus.

“Dengan dicabutnya keputusan Pergub Nomor 23/ 2012 tersebut, tingkat kenyamanan dan keamanan lalu lintas di jalan raya, sangat dirasakan oleh pengguna jalan saat ini. Semoga saja keputusan Gubernur Sumsel tersebut, akan tetap berlaku sampai masa jabatan Gubernur berakhir,” katanya, disambut riuh tepuk tangan peserta rapat paripurna istimewa.

Tak hanya kalangan dewan, dukungan serupa juga dilontarkan Bupati Muaraenim Ahmad Yani. “Mewakili masyarakat Kabupaten Muaraenim, kami mengucapkan alhamdulillah dan bersyukur serta sangat berterima kasih kepada Gubernur Herman Deru. Karena kebijakannya, sekarang perjalanan darat Palembang ke Muaraenim dan sebaliknya bisa ditempuh dengan waktu 3,5 jam dalam kondisi nyaman dan lancar,” kata Ahmad Yani.

Menurut Ahmad Yani, dirinya berharap kebijakan pro rakyat dari HD, sapaan beken Herman Deru, tak berhenti sampai disitu saja. Di tangan HD, dia juga ingin agar pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dapat memberikan perhatian yang lebih besar dalam pelaksanakan pembangunan di Bumi Serasan Sekundang.

Lebih jauh Ahmad Yani mengatakan, dalam mewujudkan visi dan misi Kabupaten Muaraenim, Pemkab Muaraenim senantiasa bersinergi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kinerja secara optimal. Beberapa indikator makro kinerja Pemkab Muaraenim misalnya IPM di 2017 menjadi 67,63% meningkat dari tahun sebelumnya menjadi 66,71%.

“Kemiskinan di Kabupaten Muaraenim menurun dari 2016 sebesar 13,56% menjadi 13,19% di 2017. Dimasa kami dilaporkan, bahwa teman-teman di perangkat daerah Kabupaten Muaraenim sudah sepakat untuk menurunkan angka kemiskinan satu digit,” tutur Bupati.

(FOTO/HUMAS PEMPROV)

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku bangga atas keberhasilan yang ditorehkan Kabupaten Muaraenim, yang terlihat dari prestasi-prestasi serta penghargaan yang telah diraih baik sejak dulu maupun sekarang.

“Kita telah mendengarkan banyak hal tentang prestasi dan perjalanan Kabupaten Muaraenim pada saat dulu dan sekarang. Saya bangga begitu banyak prestasi yang diraih dengan memiliki wilayah yang begitu luas dengan keterbatasan anggaran tetapi Kabupaten Muaraenim, tetap dapat meraih prestasi dan unggul dimana-mana. Bahkan dari pengalaman saya memimpin Kabupaten OKU Timur saat menerima penghargaan pasti selalu ada Kabupaten Muaraenim mendapatkan penghargaan,” kata HD.

Pada kesempatan itu HD juga mengajak Bupati/Wali Kota dan seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Sumsel untuk bersatu padu dalam satu tujuan demi kemajuan Provinsi Sumsel.

“Saya tetap selalu mengingatkan sahabat-sahabat saya baik Bupati/Wali Kota. Saat ini kita dipercaya masyarakat untuk memimpin daerah, tapi tantangan kedepan bukanlah sederhana, maka satu-satunya kunci kita dapat membuka gerbang kemajuan adalah keikhlasan dengan bekerja keras, akan tetapi tidak lepas dengan semangat persatuan. Oleh karena itu kita bersama-sama harus bersatu untuk bertujuan menjadi Sumsel maju,” kata HD.

Dihadapan para anggota DPR RI, Bupati, Kapolda Sumsel, DPRD Kabupaten Muaraenim serta seluruh masyarakat Muaraenim, HD juga angkat bicara soal angkutan batubara. Sejak dicabut 8 November lalu menurutnya, masih ada saja yang memprotes bahkan datang ke kantor Pemprov Sumsel menyampaikan aspirasi terkait angkutan batubara.

“Kemarin saya melalui perjalanan dari Km 32 ke Muaraenim. Berangkat pukul 19.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Perjalanannya nikmat sekali jadi tidak terasa. Saya lupa, ternyata jalan umum batubara sudah saya tutup. Nah yang seperti ini bisa berjalan karena keinginan rakyat, dan ini perlu didukung oleh Kapolda, seluruh fraksi di DPRD Provinsi. Hari ini, saya benar-benar berterima kasih atas dukungan seluruh DPRD Kabupaten Muaraenim,” ungkap Herman Deru.

Apa yang dilakukannya ini kata HD, erat kaitannya dengan martabat. Karena salah satu cara menjaga martabat itu adalah dengan memenuhi janji.

“Ini semua karena doa rakyat, dukungan keluarga, DPRD, Bupati/Wali Kota, dan Dishub semua kabupaten/kota yang dilalui. Saya pastikan keputusan itu tidak akan diubah, dan permanen,” pungkasnya.

(ded/rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.