Banner sumsel

Bunuh Pelajar, Mantan Satpam Stasiun KA Baturaja Tewas Ditembak

BATURAJA, koranindonesia.id – Ali Nata (37), warga Desa Padang Bindu, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan (Sumsel) yang merupakan pelaku pembunuhan pelajar tewas ditembak anggota Resmob Polres OKU. Mantan petugas keamanan (satpam), di Stasiun Kereta Api Baturaja ini melakukan perlawanan saat akan ditangkap pada Minggu (3/2) sekitar pukul 19.00 WIB, kemarin, di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Semidang Aji, OKU.

Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari didampingi Kasatreskrim Polres OKU, AKP Alex Andryan, menjelaskan, tersangka melakukan perlawanan saat akan ditangkap, sehingga polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terukur, dan terarah. Awalnya petugas mendapatkan informasi dari jaringan bahwa pelaku sedang berada di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Semidang Aji, OKU. Sekitar jam 18.00 WIB, petugas langsung menuju ke lokasi dimana pelaku berada.

Saat dilakukan penangkapan, pelaku berusaha untuk melarikan diri dan mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dari pinggangnya. “Pisau ini diayunkan tersangka ke arah petugas, sehingga mengenai lengan kanan Briptu Ediyayogi. Karena membahayakan petugas, anggota melakukan tembakan peringatan ke udara. Namun tidak digubris pelaku. Sehingga petugas melakukan tindakan tegas, terarah dan terukur dengan melumpuhkan pelaku menggunakan timah panas. Pelaku tewas setelah peluru menerjang bagian dada,” ungkap Kasat, dalam Konferensi Pers yang digelar Polres OKU, Senin (4/2/2019).

Sebelumnya, pelaku membunuh Riki Wirawan (16), seorang pelajar SMK di Baturaja, yang tercatat sebagai warga Jalan Pahlawan Kemarung. Kejadian pada Minggu 10  September 2017 sekira jam 17.30 WIB, bertempat di Stasiun Kereta Api Baturaja, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Baturaja Timur, OKU. Kejadian dipicu adu argumen dan dilanjutkan berkelahi, lalu pada saat terjadi perkelahian pelaku Ali Nata menggunakan sangkur yang digunakan untuk melaksanakan tugas sehari-hari sebagai petugas keamanan stasiun, menikam korban.

Dari penusukan tersebut korban mendapat tujuh lubang luka tusuk di bagian rusuk kanan bawah ketiak sebanyak dua lubang, dada kiri satu lubang, lengan kiri dua lubang dan bagian punggung dua  lubang, sehingga korban meninggal dunia. Barang bukti yang diamankan, sebilah senjata tajam jenis pisau, satu buah jimat yang terbungkus plastik, satu unit ponsel merk Nokia 1202 warna hitam, sehelai baju lengan panjang warna abu-abu, sehelai celana jeans warna cokelat.

Pelaku disebut sebelumnya pernah terlibat kasus pembunuhan di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Semidang Aji, OKU, yang mengakibatkan korban meninggal dunia pada 2007, dan pernah menjalani hukuman penjara di Rutan Sarang Elang Baturaja. Kemudian pada 2010 pelaku juga pernah melakukan penganiayaan terhadap warga Desa Ulak Pandan, Kecamatan Semidang Aji, OKU, dengan cara menusuk korban hingga mengalami luka.

(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.