Banner sumsel

Buka Pameran di PALI, Gubernur dan Istri Ikut Membatik

PALI,koranindonesia.id – Usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD HUT ke-6 Kabupaten PALI, Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi istri melanjutkan agenda Kunkernya membuka Pameran Pembangunan dalam rangkaian HUT PALI di Gelora November, Senin (22/4/209) sore. Pembukaan itu ditandai dengan pemukulan gendang oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, Bupati PALI Heri Amalindo dan Ketua DPRD PALI H. Sumaryono.

Meski diguyur hujan deras Gubernur Sumsel dan rombongan tetap antusias mengunjungi stand. Di salah satu stand yang menyajikan kain-kain batik khas PALI, Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru bahkan menyempatkan diri ikut membatik bersama perajin.

Didampingi langsung sang suami, Feby Deru tampak serius melukis pola batik di atas sehelai kain berwarna putih. ” Nah pa, bagus jugo buatan mama nih” ujarnya.

Sesuai arahan Gubernur Sumsel Herman Deru dalam sambutannya, Pameran Pembangunan sudah semestinya menjadi ajang bagi daerah memperkenalkan segala potensinya. Karena itu ia meminta semua masyarakat maupun tidak sungkan bereksplorasi mengkreasikan aneka produk keunggulan baik itu kuliner maupun kain tradisional seperti batik khas PALI.

“Saya lahir di Desa Sidomulyo. Jarak ibukota kecamatan lebih kurang 7 Km dari rumah. Suatu kali saya datang ke pameran pembangunan. Salah satu yang menjadi perhatian saya adalah maket perkantoran. Waktu itu saya SD lihat itu luar biasa sekali. Nah tahun 2005 saya datang dan lihat lagi masih seperti itu juga tidak berubah. Ini masalah menurut saya artinya tidak ada perubahan,” jelas HD.

Meskipun baru berusia 7 tahun Kabupaten PALI kata HD harus kreatif. Begitupun dalam menyelenggarakan pameran pembangunan yang itu-itu saja tanpa ada inisatif untuk membuat suatu inovasi.

“Kalau pameran artinya kita menyajikan yang terbaik. Ini seperti etalase kita. Disinilah cermin PALI nanti. Makanya jangan main-main dengan pameran. Karena terkadang kita ini ada penyakit suka meniru punya orang dan tidak bangga dengan kekayaan kita sendiri,” jelasnya.

Menurut Dia boleh saja tahu budaya orang lain atau mempelajari tapi akan lebih baik kalau yang mengajak orang lain suka dengan apa yang diperbuat.

“Dari awal saya sudah lihat PALI ini kreatif, buktinya pas paripurna tadi kita pakai baju adat yang bagus. Dan mereka kembali memperkenalkan kain batiknya (ini saya pakai dengan ibu Feby” jelasnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten PALI Heri Amalindo mengungkapkan selain menyemarakkan HUT ke-6 kabupaten yang dipimpinnya, pameran ini juga bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Sekaligus mensosialisasikan program serta hasil pembangunan saat ini baik dari pemerintah, swasta dan UMKM.

“Kita juga punya misi agar ini menginspirasi dan menggalang masyarakat bersama-sama mewujudkan PALI yang Serasi Nian yakni menjadi sentra ekonomi, masyarakat yang agamis, inovatif indah dan nyaman,” tambahnya.

Setiap tahun lanjutnya selain pameran pembangunan, digelar juga festival rakyat dengan berbagai perlombaan seperti tari dan lagu daerah. Bahkan untuk meramaikan pameran pihaknya juga mengundang partisipasi dari kabupaten lain meskipun belum ada yang ikut ambil bagian. Untuk pameran kali ini tercatat 162 stand terdaftar ikut menjadi peserta.

“Target kami PALI harus menjadi bagian sentra ekonomi Sumsel. Tahun depan kami harap semua Kabupaten se Sumsel ikut berpartisipasi bahkan bila perlu dari liar Sumsel,” tuturnya.
(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.