Buat Laporan Dibegal, Rahmat & Romi Justru Dipenjara

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Kebingungan melanjutkan pembayaran kredit motor yang telah dijual membuat Rahmat (21) dan Romi (45) nekat membuat laporan palsu.

 

Atas perbuatan tersebut kedua pelaku dibekuk anggota Unit Tekab 134 Satreskrim Polresta Palembang.

 

Adapun ungkap kasus ini berawal setelah anggota Satreskrim Polresta Palembang melakukan penyelidikan mendalam.

Usai mendapat laporan korban, Tim Khusus Anti Bandit Satreskrim Polresta Palembang langsung mendatangi kawasan Taman Pelangi Jakabaring yang disebut sebagai lokasi kejadian.

Polisi tak menemukan keterangan saksi-saksi tentang aksi begal dengan dengan senjata api yang sebelumnya disebutkan keduanya saat membuat laporan.

“Setelah kita periksa, ternyata sepeda motor tersebut telah dijual kepada temannya,” ujar Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Tekab 134 Iptu Tohirin, Selasa (2/7/2019).

Atas perbuatan tersebut, Tohirin menambahkan, pelaku akan dijerat Pasal 242 KUHP tentang laporan palsu dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. “Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.

Sementara tersangka Rahmat mengaku terpaksa membuat laporan palsu, karena dia butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya terpaksa membuat laporan palsu dengan berpura-pura motor saya di begal orang biar saya bebas dari leasing tidak membayar lagi, jadi motornya saya jual dengan berpura-pura saya dibegal,” tuturnya. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.