Banner sumsel

BPOM RI-Menristek Dikti Teken MoU

JAKARTA,koraindonesia.Id-Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Percepatan Penelitian dan Pengembangan Obat dan Makanan di Indonesia.

Penanda tanganan dilangsungkan di Ballroom Hotel Ayana Midplaza Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2018).

Dikatakan Kepala BPOM Fenny K Lukito hal ini merupakan bentuk kerjasama strategis dalam mengawal pengembangan produk obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan dan makanan Indonesia.

“Nota kesepahaman ini untuk mengawal penelitian dan pengembangan obat dan makanan di Indonesia sehingga lebih baik lagi untuk kedepannya, jadi saya berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan terus dilakukan untuk tahu berikutnya,” katanya kepada wartawan, Senin (19/11/2018).

Selain penandatanganan MoU, Fenny K juga akan mencanangkan konsorsium nasional percepatan pengembangan dan peningkatan pemanfaatan fitofarmaka. Saat ini konsorsium telah menyampaikan 32 kandidat tanaman terpilih dengan 13 prioritas penyakit yang akan diteliti dan dikembangkan menjadi Fitofarmaka.

“Alhamdulillah kesepakatan ini berjalan dengan baik. Untuk itu, BPOM memiliki komitmen untuk percepatan pengembangan dan peningkatan pemanfaatan Fitofarmaka agar lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati menuturkan terus melakukan perbaikan riset kedepannya, agar para peniliti mampu menunjukkan kemampuan. Dengan kerjasama ini, Riset Dikti akan terus menjaga kerjasama ini dengan baik dalam 5 tahun kedepan sesuai dengan kerjasama yang disepakati.

“Seluruh dosen dan peneliti riset mendukung kesepakatan kerjasama ini. Sehingga ada kerjasama yang baik antara BPOM dengan Riset Dikti,” tandasnya. (Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.